UIN SUKAUIN SUKA

Jurnal Ilmu Syari'ah dan HukumJurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami fenomena modus masuk Islam yang terjadi dalam perkawinan beda agama di Indonesia, dengan fokus pada lima pasangan yang berpura-pura masuk Islam untuk memenuhi syarat legal perkawinan dengan perempuan Muslim. Dalam lima kasus, setelah perkawinan terjadi, kelima pasangan kembali ke agamanya semula, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan dilema bagi pasangan yang terlibat. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (field research) melalui pendekatan antropologi hukum yakni untuk mengetahui bagaimana norma-norma hukum berinteraksi dengan praktik sosial dan budaya di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya praktik kepura-puraan, di mana salah satu pasangan berpura-pura masuk Islam sebelum menikah agar dapat melaksanakan perkawinan. Setelah perkawinan terjadi, salah satu pasangan kemudian kembali pada agamanya semula. Fenomena ini menggambarkan pola perilaku yang menimbulkan dilema dan ketidaksetaraan dalam ranah agama dalam konteks perkawinan. Artikel ini mengusulkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak dan implikasi dari modus masuk Islam, serta untuk merancang kebijakan yang melindungi hak dan kebebasan perempuan dalam ranah agama dan perkawinan.

Artikel ini berkontribusi pada pemahaman dinamika konversi agama untuk memenuhi syarat pernikahan.Modus konversi ke Islam untuk legalitas perkawinan beda agama seringkali menampilkan dinamika rumit dalam kehidupan perempuan di Indonesia.Fenomena ini dapat terjadi pada pasangan, baik pria maupun wanita yang berpura-pura masuk Islam agar memenuhi syarat untuk menikah dengan pasangannya.Setelah menikah, salah satu pasangan seringkali mengubah gaya hidup dan meninggalkan praktik Islam.Salah satu pasangan, yang sering merasa pasrah dan terbatas dalam pilihan mereka, terkadang memutuskan untuk mengikuti agama suaminya demi harmonisasi rumah tangga dan kelangsungan hubungan keluarga.Temuan individu yang konversi dan kemudian kembali ke agamanya menunjukkan bahwa konversi tersebut seringkali hanya sebagai modus pernikahan bagi pasangan.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka tidak selalu mencerminkan niat tulus untuk konversi.Berdasarkan tipologi aktor konversi agama yang diusulkan oleh John William Bennet, mereka yang memiliki keinginan untuk kembali ke agama asal setelah menikah termasuk dalam kategori perilaku adaptif, yaitu tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam konteks ini, konversi dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan persetujuan dalam hubungan, tanpa komitmen mendalam terhadap ajaran agama baru.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan psikologisnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengalaman dan perspektif individu yang telah melakukan konversi agama, terutama dalam konteks perkawinan beda agama. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong pasangan beda agama untuk kembali ke agama asal mereka setelah menikah, termasuk pengaruh keluarga dan dinamika hubungan. Keempat, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan peraturan hukum yang ada mempengaruhi keputusan konversi agama dan perkawinan beda agama. Kelima, studi komparatif tentang praktik konversi agama dan perkawinan beda agama di berbagai wilayah di Indonesia dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika sosial dan budaya yang terkait.

  1. FENOMENA KONVERSI AGAMA DI KOTA PEKANBARU (KAJIAN TENTANG POLA DAN MAKNA) | TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/view/7083FENOMENA KONVERSI AGAMA DI KOTA PEKANBARU KAJIAN TENTANG POLA DAN MAKNA TOLERANSI Media Ilmiah Komunikasi ejournal uin suska ac index php toleransi article view 7083
  2. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI). penerimaan keluarga pindah agama jurnal sosiologi jsai authors... journal.ar-raniry.ac.id/index.php/jsai/article/view/1335Jurnal Sosiologi Agama Indonesia JSAI penerimaan keluarga pindah agama jurnal sosiologi jsai authors journal ar raniry ac index php jsai article view 1335
  3. State Marriage and Civil Marriage: The Role of State Policy on Interreligious Marriage in Central Java... ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/2689State Marriage and Civil Marriage The Role of State Policy on Interreligious Marriage in Central Java ejournal iainmadura ac index php alihkam article view 2689
  4. Analysis Of The Compilation Review Of Islamic Law On Interfaith Marriages From A Sharia Perspective |... doi.org/10.62951/ijls.v1i2.18Analysis Of The Compilation Review Of Islamic Law On Interfaith Marriages From A Sharia Perspective doi 10 62951 ijls v1i2 18
  5. Pemberdayaan Mualaf Pasca Konversi di Mualaf Center Yogyakarta | Jurnal Tarbiyatuna. pemberdayaan mualaf... doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v11i1.3200Pemberdayaan Mualaf Pasca Konversi di Mualaf Center Yogyakarta Jurnal Tarbiyatuna pemberdayaan mualaf doi 10 31603 tarbiyatuna v11i1 3200
Read online
File size461.3 KB
Pages40
DMCAReport

Related /

ads-block-test