UNPADUNPAD

International Journal of Integrated Health SciencesInternational Journal of Integrated Health Sciences

Bullying merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan terkait dengan gangguan emosional dan perilaku. Namun, bukti mengenai dampaknya di kalangan siswa SMA di Banda Aceh, Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengalaman korban bullying dan mengeksaminasi hubungannya dengan masalah emosional dan perilaku di kalangan siswa SMA di Banda Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 180 siswa usia 14–17 tahun di tiga SMA di Banda Aceh, Februari 2025. Tingkat dan jenis bullying dinilai menggunakan Revisi Kuesioner Olweus Bully/Victim (OBVQ-R), sedangkan masalah emosional-perilaku diukur dengan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis asosiasi menggunakan uji Chi-square dan Fishers Exact. Hasilnya, 72,8% peserta melaporkan pengalaman bullying ringan, 20,0% sedang, dan 7,2% berat. Tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara tingkat bullying dan masalah emosional-perilaku berdasarkan skor SDQ (p=0,932) atau skor perilaku prososial (p=0,670). Meski demikian, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan sosial siswa. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying.

Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara bullying dan masalah emosional-perilaku, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan siswa dengan orang lain.Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying di kalangan remaja.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan berbasis sekolah di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda. Dengan memperluas sampel penelitian dan mempertimbangkan faktor psikososial, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental remaja.

Read online
File size690.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test