FIP UNGFIP UNG

Student Journal of Community EducationStudent Journal of Community Education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku menyimpang pada remaja di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan intrinsik yang bersifat fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menyimpang remaja, merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor. Faktor individu,Faktor keluarga,Faktor teman sebaya,faktor lingkungan sosial, Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor Teman Sebaya menjadi Faktor paling dominan yang memicu bentuk penyimpangan seperti tawuran, balap liar, minum-minuman keras dan pencurian. Perilaku tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil sinergi negatif dari berbagai ini merekomendasikan perlunya peningkatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi dan membina remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Gandasari, ditemukan bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja mencakup berbagai bentuk tindakan, seperti balap liar, tawuran, konsumsi minuman keras, hingga pencurian ringan.Fenomena ini bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan akibat dari akumulasi berbagai faktor yang saling terkait, antara lain faktor individu, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial.Setiap faktor tersebut memberikan kontribusi terhadap pembentukan perilaku menyimpang, meskipun intensitas dan dampaknya berbeda-beda pada setiap remaja.Penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpangan yang dilakukan oleh remaja lebih banyak dipengaruhi oleh interaksi sosial dan dinamika lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari.Secara individual, perilaku menyimpang remaja dapat dilihat sebagai bentuk ekspresi dari dorongan rasa ingin tahu yang tinggi, pencarian jati diri, dan kontrol diri yang lemah.Remaja yang memiliki kecenderungan impulsif atau suka mencari sensasi (sensation seeking) lebih berisiko untuk mencoba hal-hal berbahaya seperti balap liar dan minuman keras.Hal ini selaras dengan teori Self-Control yang dikemukakan oleh Gottfredson dan Hirschi (1990), yang menyatakan bahwa individu dengan kemampuan pengendalian diri yang rendah memiliki kemungkinan besar untuk terlibat dalam tindakan menyimpang.Penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno, Wulandari, dan Prasetyo (2021) juga mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa rendahnya kontrol diri dan kesadaran terhadap risiko merupakan prediktor utama perilaku menyimpang pada remaja.Dari keseluruhan temuan, dapat disimpulkan bahwa perilaku menyimpang remaja di Desa Gandasari merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor individu, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial.Namun, faktor teman sebaya terbukti menjadi faktor yang paling dominan.Hal ini disebabkan karena pengaruh kelompok sebaya sangat kuat dalam membentuk identitas dan perilaku remaja, terutama ketika dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial tidak memadai.Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan penyimpangan remaja perlu difokuskan pada penguatan kelompok pertemanan yang positif, peningkatan peran keluarga dalam pengasuhan, serta pengembangan lingkungan sosial yang mampu memberikan ruang bagi remaja untuk tumbuh secara sehat dan produktif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara Desa Gandasari dengan desa lain yang memiliki karakteristik serupa, namun dengan tingkat perilaku menyimpang yang lebih rendah. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap perbedaan tingkat penyimpangan antara kedua desa. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan strategi pencegahan yang efektif dalam mengendalikan perilaku menyimpang remaja. Studi ini dapat mengeksplorasi peran keluarga, sekolah, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan melindungi remaja dari pengaruh negatif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat dalam merancang program pencegahan dan intervensi yang lebih efektif.

  1. Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap Tingkat Kenakalan Remaja di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga... researchhub.id/index.php/Khatulistiwa/article/view/6542Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap Tingkat Kenakalan Remaja di Kelurahan Hutabarangan Kota Sibolga researchhub index php Khatulistiwa article view 6542
Read online
File size197.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test