POLTEKATIPDGPOLTEKATIPDG

SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi IndustriSAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri

Plate Heat Exchanger (PHE) merupakan salah satu elemen yang mempunyai peran penting dalam efisiensi energi di PT. XYZ. Di PT. XYZ terdapat permasalahan pada alat PHE, di mana laju alir fluida panas pada alat tersebut cenderung mengalami penurunan tiap waktunya, hal tersebut dapat menyebabkan perpindahan panas antara fluida panas dan fluida dingin tidak optimal sehingga terjadi penurunan kinerja pada alat. Kinerja alat PHE dapat ditinjau dari efektivitasnya, jika kinerja PHE menurun maka dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi sehingga biaya yang dikeluarkan juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efektivitas PHE tipe 605A yang digunakan sebagai penukar panas antara crude palm oil dan refined bleached deodorized palm oil di PT. XYZ dan didapatkan efektivitas pada saat ini berkisar 81,77% - 86,13%. Tetapi efektivitas PHE mengalami penurunan tiap waktunya dan diprediksi akan menurun menjadi 75% pada hari ke-11. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu perawatan dan pembersihan rutin, monitoring kinerja plate heat exchanger secara real-time, serta kaji ulang beban kerja sistem heat plate exchanger.

Efektivitas Plate Heat Exchanger (PHE) di PT.XYZ saat ini berada di antara 81,77% hingga 86,13%, yang masih di atas standar minimal 75%.Namun, efektivitas ini menunjukkan tren penurunan dan diprediksi akan mencapai 75% pada hari ke-11.Penurunan kinerja ini berpotensi mengganggu proses produksi, sehingga direkomendasikan untuk melakukan perawatan rutin, pemantauan real-time, dan evaluasi beban kerja sistem PHE guna menjaga efisiensinya.

Untuk memastikan efisiensi jangka panjang Plate Heat Exchanger (PHE) di industri minyak goreng, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai karakteristik pembentukan fouling yang spesifik akibat aliran crude palm oil (CPO) dan refined bleached deodorized palm oil (RBDPO) pada permukaan plat penukar panas. Ini termasuk mengidentifikasi komposisi fouling dan menganalisis mekanisme adhesinya, yang kemudian dapat menjadi dasar untuk mengembangkan dan menguji metode pembersihan yang lebih inovatif dan optimal, seperti kombinasi teknik mekanis, kimiawi, atau ultrasonik, tidak hanya untuk efektivitas pembersihan tetapi juga untuk minimisasi kerusakan alat dan dampak lingkungan. Kedua, pengembangan sistem pemantauan kinerja PHE secara real-time yang lebih canggih sangat penting, tidak hanya mencatat data namun juga mengintegrasikan algoritma prediktif berbasis machine learning. Sistem ini akan mampu mendeteksi anomali kinerja sangat awal dan memprediksi penurunan efektivitas secara akurat, memungkinkan penjadwalan pemeliharaan preventif yang lebih tepat waktu dan efisien sebelum terjadi penurunan kinerja yang signifikan. Terakhir, evaluasi ulang beban kerja dan parameter operasi sistem PHE, termasuk laju alir fluida dan gradien suhu, secara sistematis dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi operasional optimal yang meminimalkan laju pembentukan fouling sekaligus memaksimalkan efisiensi perpindahan panas. Penelitian ini juga bisa mencakup eksplorasi modifikasi desain plat atau penggunaan material anti-fouling baru yang dirancang khusus untuk kondisi operasi spesifik di refinery plant, yang berpotensi memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah penurunan efektivitas.

  1. Fouling and Fouling Mitigation on Heat Exchanger Surfaces | IntechOpen. fouling mitigation heat exchanger... intechopen.com/chapters/30778Fouling and Fouling Mitigation on Heat Exchanger Surfaces IntechOpen fouling mitigation heat exchanger intechopen chapters 30778
Read online
File size337.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test