UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini mengkaji citraan penglihatan dalam antologi puisi Nono Warnono Kidung Langit. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana citraan penglihatan digunakan dalam puisi-puisi terpilih untuk menyampaikan makna spiritual dan sosial yang mendalam. Kidung Langit analisis berfokus pada puisi-puisi seperti Berlayar di Samudra Makrifat, Berjaraknya Harapan dan Kenyataan, Akhir Zaman, Maha Bendara, dan Kidung Langit. Temuan penelitian menunjukkan bahwa antologi ini terdiri dari beberapa puisi yang mengekspresikan perasaan dan pandangan penulis terhadap kehidupan melalui citraan yang kuat. Beberapa puisi dalam Kidung Langit mencakup tema ketuhanan, pencarian makna hidup, dan refleksi terhadap alam. Misalnya, dalam puisi Lelayaran Ing Samodra Makrifat, Warnono menggambarkan perjalanan spiritual menggunakan citraan laut dan ombak sebagai simbol pencarian jati diri dan pengampunan. Citraan penglihatan sangat dominan dalam puisi-puisi di Kidung Langit. Penggunaan repetisi dan pengontrasan juga terlihat jelas, di mana Warnono sering kali mengulangi frasa tertentu untuk menekankan perasaan atau ide yang ingin disampaikan.

Citraan penglihatan dalam antologi puisi Nono Warnono Kidung Langit berperan penting dalam menyampaikan makna yang mendalam dan kompleks.Antologi ini terdiri dari beberapa puisi yang mengekspresikan perasaan dan pandangan penulis terhadap kehidupan melalui citraan yang kuat.Beberapa puisi dalam Kidung Langit mencakup tema ketuhanan, pencarian makna hidup, dan refleksi terhadap alam.Citraan penglihatan sangat dominan dalam puisi-puisi di Kidung Langit. Penggunaan repetisi dan pengontrasan juga terlihat jelas, di mana Warnono sering kali mengulangi frasa tertentu untuk menekankan perasaan atau ide yang ingin disampaikan.Gaya bahasa yang digunakan dalam Kidung Langit mencakup penggunaan metafora, personifikasi, dan simbolisme, yang membantu menciptakan imaji yang hidup dan mendalam, memungkinkan pembaca untuk merasakan pengalaman yang diungkapkan oleh penyair.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis citraan penglihatan dalam karya sastra Jawa modern lainnya untuk membandingkan pola dan maknanya dengan Kidung Langit. Selain itu, peneliti bisa mengeksplorasi hubungan antara citraan penglihatan dan konteks budaya lokal dalam puisi Nono Warnono, terutama dalam konteks politik dan sosial. Terakhir, studi lebih lanjut tentang penggunaan repetisi dan kontras dalam puisi bisa dilakukan untuk memahami bagaimana teknik ini memengaruhi interpretasi pembaca secara psikologis dan emosional.

  1. ANALISIS CITRAAN DALAM ANTOLOGI PUISI RUMAH CINTA KARYA PENYAIR JAMBI | Marsela | Aksara: Jurnal Ilmiah... doi.org/10.33087/aksara.v2i2.73ANALISIS CITRAAN DALAM ANTOLOGI PUISI RUMAH CINTA KARYA PENYAIR JAMBI Marsela Aksara Jurnal Ilmiah doi 10 33087 aksara v2i2 73
Read online
File size200.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test