UNMUNM

HomeECHomeEC

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pewarnaan rambut dengan menggunakan kosmetik pewarnaan rambut yang mengandung amonia dan non-amonia, dengan melihat tingkat kecerahan dan kerataan warna pada rambut. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), dan score sheet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarnaan yang mengandung amonia memiliki bau yang lebih kuat, mudah dibilas, menghasilkan warna merah yang lebih cerah, terasa panas, dan hasilnya terlihat kasar dibandingkan dengan pewarnaan non-amonia. Pendapat panelis menunjukkan bahwa hasil pewarnaan rambut yang mengandung amonia memperoleh penilaian sebesar 81%, sedangkan non-amonia sebesar 88%.

Dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian kosmetik pewarnaan rambut yang mengandung amonia dan non-amonia dengan teknik ombre pada rambut bergelombang menunjukkan perbedaan.Pewarnaan yang mengandung amonia memiliki bau yang lebih kuat, mudah dibilas, menghasilkan warna merah yang lebih cerah, terasa panas, dan hasilnya terlihat kasar.Sementara itu, pewarnaan non-amonia memiliki hasil yang lebih lembut dan mudah dibilas.Hasil penilaian panelis menunjukkan bahwa pewarnaan amonia memperoleh persentase 81%, sedangkan non-amonia memperoleh persentase 88%.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih luas mengenai efek pewarnaan rambut dengan amonia dan non-amonia terhadap kesehatan rambut dan kulit kepala. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknik pewarnaan rambut yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi alternatif bahan alami untuk pewarnaan rambut. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki preferensi konsumen terhadap pewarnaan rambut dengan amonia dan non-amonia, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka.

Read online
File size74.9 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test