UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Era baru Islam ditandai oleh saling bertautnya antara dunia modern yang tak bisa dihalau kedatangannya dan primordialitas tradisi yang penuh kebijaksanaan. Pertentangan ini sama kuat dan keras sebagaimana ia selalu datang bersama kritik atas dua kecenderungan: baik akses ke arah modernitas atau tradisi. Pada gilirannya bahasa sebagai pengantara dibuat sedemikian praktis dan memungkinkan para pemikir, jenius zamannya menuangkan gagasan mereka kecenderungan mereka. Sebagaimana otoritas agama berpegang teguh pada keyakinannya, modernitas juga memberikan keteguhannya melalui bahasa. Salah satunya tampak pada serat yang sarat kritik pada agama dan sejumlah anasir pada erotisme vulgar: Gatholoco. Terlepas dari perdebatan kontekstual politik keagamaan di masanya, serat ini, bahkan untuk konteks sekarang, masih memungkinkan sebuah arah baru. Terutama berkenaan dengan orientasi dan afirmasi pada tubuh—alih-alih dinegasi.

Dalam simpulan ini, kiranya bisa dikerucutkan persoalan berkenaan dengan serat Gatholoco, baik itu pro dan kontra yang datang dari respons eksternal atas karya ini.Tapi karena sifatnya ayang afirmatif pada segala hal ihwal mengenai tubuh, maka kritiknya tak melulu berkenaan dengan ajaran Islam syariat.Lebih jauh, muatan kritik serat Gatholoco ini menyerang pada sikap ajaran asketisme dan kejuduhan.Dari sudut pandang ini, menjadi kontras bahwa di satu sisi ada ajaran agama yang bergerak menjauh (menegasi aspek tubuh).Sedangkan di sisi lainnya lagi ada serat Gatholoco yang bergerak mendekat dan mengafirmasi tubuh.Dengan sumsi bahwa bahkan dalam hal yang dianggap laknat, wadag dan dumadi tak melulu najis, tak suci dan harus dijauhi.Karena pada hakikatnya, di tingkat hidup paling banal sekali pun, ada suatu kesejatian yang tak dipengaruhi oleh segala sifat dan atribut yang dilekatkan padanya.

Saran penelitian lanjutan yang baru: Bagaimana serat Gatholoco dapat digunakan sebagai sarana dialog dan perdebatan tentang ilmu pengetahuan, serta bagaimana cangkriman dapat berfungsi sebagai sarana dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran filosofis setiap tokoh yang berdebat mengenai ilmu pengetahuan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana serat Gatholoco mengafirmasi tubuh dan mengkritik ajaran asketisme dan kejuduhan, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam konteks modern. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana serat Gatholoco dapat digunakan sebagai representasi dari keadaan pengarangnya dan bagaimana karya sastra dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan politik.

Read online
File size336.65 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test