DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian Keperawatan MedikJurnal Penelitian Keperawatan Medik

Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai pembunuh diam-diam karena sering tidak menunjukkan gejala spesifik sementara meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit kardiovaskular. Pengelolaan hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang potensial adalah konsumsi jus buah belimbing (Averrhoa carambola), yang mengandung kalium, vitamin C, dan serat yang dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk menentukan efektivitas jus buah belimbing dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Sunggal. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan sampling purposif. Intervensi berupa pemberian 150 ml jus buah belimbing sehari selama tiga hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 147 mmHg menjadi 139,33 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 93 mmHg menjadi 78 mmHg setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,008), menunjukkan bahwa jus buah belimbing memiliki efek signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Jus buah belimbing efektif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat menjadi terapi nonfarmakologis alternatif untuk pengelolaan hipertensi.

Jus buah belimbing ditemukan efektif dalam menurunkan tekanan darah dan mungkin menjadi terapi nonfarmakologis alternatif untuk pengelolaan hipertensi.Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 147 mmHg menjadi 139,33 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 93 mmHg menjadi 78 mmHg setelah intervensi.Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sistolik 0,000 dan diastolik 0,008 (p < 0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan pemberian jus buah belimbing terhadap penurunan tekanan darah.Dengan demikian, buah belimbing dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi.Namun, konsumsi buah belimbing tetap harus disertai dengan pola hidup sehat dan tidak menggantikan pengobatan dari tenaga kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, dilakukan studi dengan durasi intervensi yang lebih panjang untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang jus buah belimbing dalam menurunkan tekanan darah. Kedua, dilakukan penelitian pada populasi yang berbeda, seperti lansia atau pasien dengan kondisi medis lain, untuk mengeksplorasi efektivitas dan keamanan intervensi ini. Ketiga, dikembangkan kombinasi jus buah belimbing dengan bahan alami lainnya untuk meningkatkan efektivitas terapi nonfarmakologis. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut efek buah belimbing pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, mengingat kandungan oksalat yang tinggi. Studi-studi ini dapat memberikan dasar yang lebih kuat untuk integrasi terapi nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi di tingkat primer.

Read online
File size292.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test