STIKESNHSTIKESNH

Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Jakarta, khususnya di Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, yang berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi banjir, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan dan adaptasi masyarakat dalam menghadapi bencana ini. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan 12 ketua RW sebagai partisipan yang telah mengalami banjir berulang kali. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya, gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan, memainkan peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Partisipan mengungkapkan bahwa kerjasama antarwarga dalam menyiapkan peralatan darurat, mendirikan posko, serta berbagi sumber daya seperti makanan dan air bersih sangat membantu dalam mengurangi dampak banjir. Selain itu, pengetahuan lokal mengenai tanda-tanda awal banjir, seperti peningkatan volume air sungai dan perubahan cuaca, serta strategi adaptasi seperti meninggikan rumah dan membuat saluran drainase darurat, juga menjadi faktor pendukung dalam menghadapi bencana. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat dalam menghadapi banjir sangat dipengaruhi oleh peran nilai-nilai budaya dan adaptasi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam program manajemen risiko bencana yang berbasis komunitas. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan ketahanan masyarakat terhadap banjir dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu meminimalkan dampak negatif bencana pada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan agama memiliki peran dalam membentuk perilaku dan kesiapsiagaan masyarakat Kelurahan Mangga Dua Selatan terhadap bencana banjir.Pengalaman menghadapi banjir secara berulang telah mendorong masyarakat untuk meningkatkan resiliensi melalui berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang didukung oleh inisiatif lokal dan dukungan pemerintah.Referensi dari literatur terkait menguatkan temuan ini, menunjukkan bahwa pendekatan berbasis budaya dan kolaborasi komunitas sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah yang rentan terhadap banjir.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam program manajemen risiko bencana. Pendekatan holistik dan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dapat membantu meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap banjir. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi lokal yang efektif dalam mengurangi dampak banjir dan meningkatkan resiliensi masyarakat. Dengan memahami pengalaman masyarakat dalam menghadapi bencana banjir, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam.

  1. PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR : SISTEMATIC LITERATURE REVIEW | Jurnal Kesehatan... doi.org/10.31004/jkt.v4i4.19858PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR SISTEMATIC LITERATURE REVIEW Jurnal Kesehatan doi 10 31004 jkt v4i4 19858
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s13753-018-0206-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s13753 018 0206 5
Read online
File size301.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test