POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM

Jurnal Kesehatan PrimaJurnal Kesehatan Prima

Menyusui eksklusif tetap menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, penelitian lokal sebelumnya mengidentifikasi dukungan suami sebagai salah satu faktor yang terkait tanpa menjelaskan bagaimana dukungan tersebut beroperasi ketika ibu menghadapi kesulitan menyusui. Penelitian ini menggunakan desain campuran eksplanatori berurutan dengan prioritas kuantitatif di Kota Bengkulu dari Agustus hingga September 2023. Fase kuantitatif mencakup 90 ibu dengan bayi di bawah 6 bulan yang direkrut melalui sampling tujuan. Dukungan suami dan status menyusui diukur sekali, diikuti wawancara mendalam semi-struktur dengan lima ibu untuk menjelaskan pola kuantitatif. Digunakan uji Chi-square Pearson dan rasio odds dengan interval kepercayaan 95%. Lima puluh lima ibu (61,1%) melaporkan menyusui eksklusif, dan 48 (53,3%) dikategorikan menerima dukungan suami. Kemungkinan menyusui eksklusif lebih tinggi pada kelompok yang didukung, tetapi estimasi tidak akurat dan tidak signifikan secara statistik (OR = 1,65, 95% CI 0,70-3,88; Chi-square(1) = 1,34; p = 0,248). Wawancara menunjukkan bahwa dukungan seringkali pasif atau instrumental, niat maternal ditetapkan selama kehamilan, dan suami memiliki kapasitas terbatas untuk menyelesaikan masalah laktasi. Temuan tidak menunjukkan ketiadaan asosiasi, tetapi menyarankan bahwa jenis dan waktu dukungan, niat maternal, serta akses ke bantuan laktasi yang terampil mungkin lebih informatif daripada kategori dukungan biner luas. Bantuan inklusif pasangan dari akhir kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan dianjurkan.

Studi ini tidak menemukan bukti signifikan secara statistik tentang asosiasi antara dukungan suami dan status menyusui.Temuan kualitatif menunjukkan bahwa dukungan suami dominan pasif, emosional, atau instrumental, dengan keterlibatan terbatas dalam menangani kesulitan laktasi.Layanan kesehatan harus melibatkan suami dalam pendidikan menyusui dan memberikan dukungan laktasi profesional yang tepat waktu.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran faktor budaya dalam memengaruhi keterlibatan suami dalam dukungan menyusui, terutama di daerah dengan kebiasaan sosial yang berbeda. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan niat dan perilaku menyusui sepanjang masa kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan, termasuk dampak intervensi edukasi terhadap suami. 3. Penelitian dapat mengembangkan program pendidikan terstruktur untuk suami, yang menggabungkan pelatihan praktis tentang manajemen laktasi dan pengelolaan stres ibu, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keberlanjutan menyusui eksklusif.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s13006-021-00390-4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s13006 021 00390 4
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s13006-020-0252-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s13006 020 0252 7
  3. Impact of Father's Socio-Demographic Characteristics on Partner Support and Breastfeeding Success... doi.org/10.5222/jaren.2020.68552Impact of Fathers Socio Demographic Characteristics on Partner Support and Breastfeeding Success doi 10 5222 jaren 2020 68552
Read online
File size397.36 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test