PERBANASPERBANAS

Journal of Economics, Business, and Accountancy VenturaJournal of Economics, Business, and Accountancy Ventura

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volatilitas harga minyak bumi, batu bara, dan emas terhadap volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada periode 2018-2025. Meskipun berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan antara komoditas dan IHSG, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada perubahan harga dan menggunakan pendekatan regresi linier. Sementara itu, penelitian mengenai volatilitas berbagai komoditas global terhadap IHSG masih terbatas dan hasilnya tidak konsisten. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis volatilitas harga minyak bumi, batu bara, dan emas menggunakan pendekatan ARCH-family selama periode yang ditandai oleh berbagai episode ketidakpastian global. Penelitian ini menggunakan data sekunder harian WTI, batu bara Newcastle, London Gold Fixing, dan IHSG yang diperoleh dari Investing.com dan Yahoo Finance. Model GARCH, TARCH, IGARCH, dan EGARCH diuji, dan TARCH dipilih sebagai model terbaik berdasarkan kriteria AIC, SIC, dan log-likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas minyak bumi dan emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas IHSG, sedangkan volatilitas batu bara tidak berpengaruh signifikan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai volatilitas spillover dengan menunjukkan bahwa transmisi volatilitas berbeda antar komoditas. Sedangkan secara praktis, volatilitas minyak bumi dan emas dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam memantau risiko di pasar saham Indonesia.

Penelitian ini menemukan bahwa volatilitas harga minyak bumi dan emas secara signifikan mempengaruhi volatilitas Jakarta Composite Index (JCI), sedangkan volatilitas harga batu bara tidak memiliki pengaruh yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan ketidakpastian dalam pasar minyak bumi global terkait dengan variasi volatilitas di pasar saham Indonesia.Selain itu, volatilitas harga emas juga berpengaruh terhadap volatilitas JCI, yang menunjukkan bahwa emas berfungsi sebagai aset safe haven selama periode ketidakpastian pasar.Namun, penelitian ini tidak secara langsung mengamati proses pengambilan keputusan investasi oleh investor.Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk penggunaan data pasar saham Indonesia secara eksklusif, tidak mempertimbangkan variabel makroekonomi dan keuangan lainnya, dan tidak menganalisis secara individual peristiwa global seperti perang dagang AS-Tiongkok, pandemi COVID-19, dan konflik Rusia-Ukraina.Saran penelitian lanjutan mencakup penggunaan data dari berbagai negara untuk membandingkan transmisi volatilitas komoditas ke pasar saham di negara berkembang dan negara maju, serta memasukkan variabel makroekonomi dan keuangan global dalam analisis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan data dari berbagai negara agar dapat membandingkan transmisi volatilitas komoditas ke pasar saham di negara berkembang dan negara maju. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memasukkan variabel makroekonomi dan keuangan global, seperti tingkat bunga, nilai tukar, inflasi, dan indeks pasar saham global, untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas JCI. Penelitian juga dapat memfokuskan pada periode tertentu, seperti pandemi COVID-19 atau konflik Rusia-Ukraina, untuk memahami apakah pola transmisi volatilitas minyak dan emas ke pasar saham Indonesia berubah di bawah kondisi ketidakpastian global yang berbeda.

  1. OIL AND GOLD PRICE VOLATILITY ON INDONESIAN STOCK MARKET IN THE PERIOD OF COVID-19 PANDEMIC | Jurnal... jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/23674OIL AND GOLD PRICE VOLATILITY ON INDONESIAN STOCK MARKET IN THE PERIOD OF COVID 19 PANDEMIC Jurnal jurnalmanajemen petra ac index php man article view 23674
Read online
File size553.02 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test