STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Buah lerak (Sapindus rarak DC.) adalah tanaman yang mengandung banyak saponin (20–28% dari berat kering) dan bisa dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam bentuk larutan untuk mencuci luka karena memiliki sifat surfaktan serta kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan membuat dan menggambarkan larutan irigasi yang menggunakan ekstrak buah lerak dengan konsentrasi 25% dalam tiga jenis formula, yaitu F1 yang terdiri dari ekstrak, natrium klorida, karbon aktif, dan pelarut, F2 yang terdiri dari ekstrak, karbon aktif, dan pelarut, serta F3 yang hanya terdiri dari ekstrak dan pelarut. Evaluasi kualitas fisik mencakup pengujian organoleptik, kejernihan, pH, volume yang terpindahkan, kebocoran, ketinggian busa, serta berat jenis, sesuai dengan ketentuan Farmakope Indonesia Edisi VI. Hasil menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki ciri rasa yang sama (warna cokelat merah, aroma khas, bentuk cair), volume yang dipindahkan mencapai 100%, dan tidak ada tanda-tanda bocor. Uji kejernihan menunjukkan ketiga formula terlihat jernih, tetapi masih memiliki partikel koloid submikron karena adanya misel saponin dan agregat tanin-protein. Nilai pH dari ketiga formula tersebut (F1=3,75; F2=3,84; F3=3,77) berada di bawah rentang pH kulit sehat yang normal (4,5–5,5), sehingga perlu dilakukan penyesuaian pH. Uji kadar busa menunjukkan kemampuan menghasilkan busa yang baik pada semua formula (F1=78,33%; F2=76,33%; F3=75,00%), yang berkaitan dengan kandungan saponin yang berperan sebagai surfaktan alami. Uji bobot jenis menunjukkan F1 memiliki densitas 1,0084 g/mL dan F2 1,0088 g/mL, yang hampir sama dengan densitas air. Namun, F3 memiliki densitas 0,7658 g/mL yang jauh berbeda dan berisiko hipotonis. Pola ini terkait dengan adanya karbon aktif dalam formula. Secara umum, F1 menunjukkan kualitas fisik yang paling seimbang dibandingkan ketiga formula lainnya. Namun, semua formula masih membutuhkan penyesuaian pH dan proses pembersihan lanjutan sebelum dapat dikembangkan menjadi kandidat larutan irigasi luka bakar yang berasal dari bahan alami, memiliki kualitas, stabilitas, dan keamanan yang baik.

Berdasarkan analisis kualitas fisik, ketiga formulasi larutan irigasi dari ekstrak buah lerak (Sapindus rarak Dc.) telah memenuhi ketentuan uji volume yang dipindahkan dan uji kebocoran.Namun, mereka belum sepenuhnya memenuhi kriteria kejernihan karena adanya partikel koloid submikron dan pH yang masih lebih rendah daripada rentang fisiologis kulit.Secara keseluruhan, F1 adalah formula dengan kualitas fisik terbaik karena bobot jenisnya mendekati kondisi fisiologis dan memiliki kemampuan berbusa tertinggi, meskipun semua formulasi perlu melakukan perbaikan pada pH dan kejernihan sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai larutan irigasi untuk luka bakar.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian efektivitas penyesuaian pH menggunakan natrium bikarbonat untuk meningkatkan keselamatan jaringan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang stabilitas jangka panjang formula F1 di bawah kondisi penyimpanan berbeda. Terakhir, eksplorasi efikasi formula F1 dalam uji klinis untuk irigasi luka bakar dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan dan berpotensi mendukung pengembangan alternatif larutan irigasi alami yang aman dan efektif.

Read online
File size437.02 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test