YAZRIYAZRI

Jurnal Pendidikan Sosial IndonesiaJurnal Pendidikan Sosial Indonesia

Besaprah di masyarakat Melayu Sambas mengalami transformasi nilai akibat pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna sosial dalam tradisi Besaprah dan adaptasinya dalam konteks kehidupan modern. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa komunitas adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dalam Besaprah mulai bergeser menjadi ritual estetis akibat modernisasi dan urbanisasi. Namun, tradisi ini tetap relevan melalui adaptasi bentuk pelaksanaan dan promosi digital. Revitalisasi melalui pendidikan berbasis kebudayaan dan kebijakan pelestarian budaya diperlukan untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini. Penelitian ini menyarankan eksplorasi lebih lanjut mengenai efektivitas promosi digital dalam pelestarian budaya lokal.

Transformasi nilai dalam tradisi Besaprah di masyarakat Melayu Sambas merupakan dampak dari globalisasi dan perubahan gaya hidup modern yang semakin individualistis.Pergeseran makna sosial dari kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi sekadar ritual estetis mencerminkan perubahan struktur sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat.Meskipun demikian, tradisi Besaprah tetap memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan konteks sosial yang berubah melalui modifikasi bentuk pelaksanaannya dan integrasi elemen modern seperti penggunaan media digital untuk promosi budaya.Upaya revitalisasi melalui pendidikan berbasis kebudayaan dan dukungan kebijakan pelestarian dari pemerintah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini.Dengan strategi pelestarian yang adaptif dan kolaboratif, Besaprah diharapkan dapat tetap relevan dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Melayu Sambas.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi promosi digital yang lebih efektif untuk menjangkau generasi muda dan mempertahankan nilai-nilai Besaprah. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan formal dalam memperkuat kesadaran budaya lokal melalui kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai tradisional. Terakhir, penelitian juga bisa menganalisis dampak kebijakan pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan budaya adat, termasuk pendanaan dan promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.

  1. The Malay Traditional Food Preparation | Asian Journal of Quality of Life. malay traditional food preparation... doi.org/10.21834/ajqol.v2i7.63The Malay Traditional Food Preparation Asian Journal of Quality of Life malay traditional food preparation doi 10 21834 ajqol v2i7 63
  2. Islamic Values of Social Relation in Besaprah Tradition of Sambas Society: The Case of Post-Conflict... journal.walisongo.ac.id/index.php/walisongo/article/view/1339Islamic Values of Social Relation in Besaprah Tradition of Sambas Society The Case of Post Conflict journal walisongo ac index php walisongo article view 1339
  3. Modernization Processes In Spiritual Culture Of Traditional Societies | European Proceedings. processes... europeanproceedings.com/article/10.15405/epsbs.2019.03.02.215Modernization Processes In Spiritual Culture Of Traditional Societies European Proceedings processes europeanproceedings article 10 15405 epsbs 2019 03 02 215
  4. Transformasi Nilai Tradisi Besaprah dalam Budaya Sambas di Era Globalisasi | Jurnal Pendidikan Sosial... doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.130Transformasi Nilai Tradisi Besaprah dalam Budaya Sambas di Era Globalisasi Jurnal Pendidikan Sosial doi 10 62238 jupsi v2i3 130
Read online
File size371.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test