PresUnivPresUniv

FIRM Journal of Management StudiesFIRM Journal of Management Studies

Keluhan publik (Dumas) adalah komponen vital dalam pemerintahan yang baik, khususnya di institusi penegak hukum seperti Kepolisian Negara. Aplikasi Dumas Presisi dikembangkan untuk memfasilitasi pengajuan keluhan secara digital. Penelitian ini memeriksa efek dari Paparan Sosialisasi (X1) dan Literasi Digital (X2) terhadap Partisipasi Pengaduan (Z), dengan Pemahaman Masyarakat (Y1) sebagai variabel perantara, menggunakan pendekatan survei kuantitatif. Data dikumpulkan dari 290 responden di Jawa Barat. Temuan menunjukkan bahwa Paparan Sosialisasi (X1) memiliki efek positif signifikan terhadap Pemahaman Masyarakat (Y1) (β = 0.728) dan Partisipasi Pengaduan (Z) (β = 0.520). Literasi Digital (X2) berpengaruh positif terhadap Pemahaman Masyarakat (β = 0.178) tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Partisipasi Pengaduan (β = −0.096). Model menjelaskan 63,4% variasi dalam Pemahaman Masyarakat dan 59,8% dalam Partisipasi Pengaduan. Paparan sosialisasi adalah faktor terkuat dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi publik dalam Dumas Presisi, dengan pemahaman masyarakat sebagai mediator kunci. Disarankan agar Kepolisian Negara meningkatkan kualitas dan frekuensi upaya sosialisasi untuk memperkuat kepercayaan publik dan mendorong partisipasi aktif dalam sistem pengaduan.

Analisis menunjukkan bahwa paparan sosialisasi adalah faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman publik tentang layanan Dumas Presisi dan mendorong partisipasi dalam pengaduan.Semakin intensif dan terstruktur upaya sosialisasi, semakin besar pemahaman publik, yang pada gilirannya meningkatkan keterlibatan mereka dalam pengajuan pengaduan.Literasi digital juga memiliki dampak positif signifikan terhadap pemahaman publik, meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap partisipasi pengaduan.Yang terpenting, pemahaman publik berfungsi sebagai mediator yang signifikan, yang berarti literasi digital secara tidak langsung mendukung partisipasi pengaduan dengan meningkatkan pemahaman terlebih dahulu.Secara keseluruhan, meningkatkan pemahaman publik adalah hal mendasar untuk memperkuat efektivitas dan jangkauan aplikasi Dumas Presisi.Oleh karena itu, Kepolisian Negara Indonesia (Polri) harus memprioritaskan peningkatan kualitas dan jangkauan upaya sosialisasi serta meningkatkan literasi digital publik untuk mendorong partisipasi warga yang aktif dan berkelanjutan dalam memantau layanan polisi.

Untuk memaksimalkan partisipasi dalam sistem pengaduan Dumas Presisi, Polri disarankan untuk: (1) Mengintensifkan dan meningkatkan upaya sosialisasi dengan menyampaikan konten yang jelas, menarik, dan interaktif yang menjangkau segmen masyarakat yang beragam, termasuk melibatkan pemimpin komunitas sebagai fasilitator. (2) Menguatkan literasi digital publik melalui pendidikan yang ditargetkan, panduan instruksional yang mudah diakses, dan dukungan teknis yang responsif, dengan mengakui bahwa keahlian digital langsung mempengaruhi pemahaman publik. (3) Mempromosikan transparansi dan kepercayaan dengan memastikan keterbukaan penuh dalam proses penanganan pengaduan, menegakkan akuntabilitas internal, dan mengomunikasikan resolusi kasus yang berhasil. Pendekatan ini akan memperkuat kepercayaan publik bahwa pengaduan ditangani secara efektif dan bertanggung jawab. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Polri dapat menumbuhkan warga yang terinformasi, berdaya, dan partisipatif, yang pada akhirnya meningkatkan akuntabilitas institusi dan efektivitas keseluruhan layanan pengaduan digital.

Read online
File size441.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test