ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Masyarakat Muslim modern memandang perhiasan tidak lagi hanya dianggap sebagai aksesori pelengkap penampilan, melainkan juga sebagai representasi dari nilai-nilai kehidupan, keyakinan, dan identitas religius. Tingginya konsumsi perhiasan emas di Indonesia mencerminkan minat yang tinggi terhadap perhiasan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna simbolik yang kuat serta selaras dengan nilai-nilai budaya dan ajaran Islam. Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan akan produk yang tidak sekadar mengedepankan estetika, tetapi mampu memadukan keindahan visual dengan identitas spiritual dan kultural yang khas. Sayangnya, sebagian besar desain perhiasan yang beredar di pasaran masih terfokus pada aspek visual semata tanpa mengangkat potensi nilai-nilai budaya lokal maupun dimensi spiritual yang terkandung dalam warisan tradisional, sehingga menimbulkan tantangan dalam memenuhi preferensi konsumen Muslim yang semakin sadar akan makna simbolik dan religius pada produk yang mereka kenakan. Salah satu warisan budaya yang memiliki potensi besar untuk diadaptasi ke dalam desain perhiasan adalah motif ragam hias dari Kompleks Makam Sunan Drajat, yang tidak hanya kaya secara visual tetapi juga mengandung pesan moral dan filosofis yang mendalam, khususnya ajaran Pepali Pitu yang menekankan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Berdasarkan hasil analisis dan proses perancangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa motif ragam hias pada Kompleks Makam Sunan Drajat memiliki potensi besar untuk diadaptasi ke dalam desain perhiasan kontemporer.Salah satu motif yang menonjol adalah teratai, yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam.Proses adaptasi dilakukan dengan mentransformasikan elemen visual seperti gulungan teratai, kuncup, dan bingkai bermotif cermin ke dalam bentuk perhiasan yang lebih modern.Pendekatan ini menunjukkan bahwa elemen tradisional dapat dipadukan dengan gaya desain masa kini tanpa kehilangan esensi budaya aslinya, sehingga mampu memperkaya karakter visual produk.

1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji potensi adaptasi motif ragam hias dari situs budaya lain di Indonesia untuk menciptakan perhiasan yang lebih beragam dan mencerminkan kekayaan budaya nasional. 2) Studi tentang penggunaan material alternatif, seperti perak atau bahan daur ulang, dapat dilakukan untuk merancang perhiasan yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan tren keberlanjutan. 3) Penelitian juga dapat fokus pada partisipasi komunitas lokal dalam proses desain, sehingga hasilnya lebih relevan dengan nilai-nilai budaya dan kebutuhan konsumen setempat.

  1. Pengaplikasian modul ‘ATUMICS’ pada bidang desain industri furnitur rotan | Edward | Productum:... journal.isi.ac.id/index.php/PRO/article/view/4297Pengaplikasian modul AoATUMICSAo pada bidang desain industri furnitur rotan Edward Productum journal isi ac index php PRO article view 4297
  2. KAJIAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI: RAGAM HIAS PADA BANGUNAN BALE RANTE DI KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT |... Doi.Org/10.25157/Ja.V8i1.4725KAJIAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI RAGAM HIAS PADA BANGUNAN BALE RANTE DI KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT Doi Org 10 25157 Ja V8i1 4725
Read online
File size990.87 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test