ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Artikel ini membahas ajaran tujuh tahap (martabat tujuh) pada abad ke-18, yang sebelumnya telah berkembang dan menjadi kontroversial di wilayah Nusantara sejak abad ke-17. Tujuh tahap adalah topik sentral dalam ajaran tasawuf filosofis. Fokus utama artikel ini adalah respons Muḥammad Zain ibn Faqīh Jalāluddīn al-Āsyī (w. 1783 M), sebagaimana diungkapkan dalam terjemahannya dan komentarnya terhadap buku Umm al-Barāhīn. Meskipun buku yang ia terjemahkan dan komentari berkaitan dengan aqidah (akidah), ia menyisipkan pandangannya mengenai tujuh tahap. Dengan pendekatan sosial-intelektual dan historis, studi ini menggambarkan bagaimana Muḥammad Zain menegakkan akidah Sunni-Ashārī. Doktrin tujuh tahap adalah kompleks, dan menemukan ahli yang kompeten untuk menjelaskannya adalah tantangan. Namun, Muḥammad Zain dengan hati-hati menilai pendukung doktrin kesatuan eksistensi, yang menjadi dasar tujuh tahap, seperti Ibn Arabī dan Abd Karīm al-Jīlī. Ia bahkan mengkritik tajam mereka yang menyesatkan figur seperti Ibrāhim al-Kurānī, Aḥmad al-Qushāshī, dan Abdurraūf al-Fansūrī. Pandangan Muḥammad Zain juga mencerminkan dominasi akidah Sunni-Ashari, yang secara tidak langsung mempengaruhi penurunan tren tasawuf filosofis di Aceh, khususnya dan di wilayah Melayu secara umum.

Penelitian ini menunjukkan bahwa diskursus tasawuf, khususnya doktrin tujuh tahap keberadaan (martabat tujuh), berlanjut hingga abad ke-18 M.Topik ini dibahas dalam karya tasawuf dan teks-teks akidah (dasar teologis).Hal ini terlihat dari bagaimana Muḥammad Zain ibn Faqīh Jalāl al-Dīn al-Āsyī menyisipkan respons dan pandangannya dalam karyanya Bidāyah al-Hidāyah.Buku ini merupakan terjemahan dan komentar dalam bahasa Melayu Jawi atas karya akidah Umm al-Barāhīn oleh Imām al-Sanūsī.Respons Muḥammad Zain terhadap doktrin tujuh tahap menunjukkan bahwa topik ini masih menjadi hal yang signifikan di wilayah Nusantara pada masa itu.Selain itu, penelitian ini menggambarkan bahwa Syaikh Muḥammad ibn Faqīh Jalāl al-Dīn mencerminkan penguatan ortodoksi Islam di wilayah tersebut pada periode tersebut.Pengaruh teologi Asharī di wilayah Nusantara meminggirkan ajaran yang terkait dengan aspek filosofis tasawuf, yang dapat ditelusuri kembali ke figur seperti Sheikh Ibn Arabī dan Sheikh Abd Karīm al-Jīlī.Namun, Syaikh Muḥammad Zain tampak berhati-hati dalam penilaiannya terhadap pendukung tasawuf filosofis.Ia juga membela para guru dan pemimpin tarekat Syattāriyah, seperti Sheikh Ibrāhīm al-Kūrānī, Syaikh Aḥmad al-Qusāsī, dan Syaikh Abd al-Raūf al-Fansūrī, yang sering dikaitkan dengan doktrin tujuh tahap.Pendekatan berhati-hati Syaikh Muḥammad Zain menunjukkan kebijaksanaannya sebagai seorang ahli dan Qadi, yang menghindari penilaian terburu-buru terhadap mereka yang memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda, terutama ketika penilaian tersebut datang dari individu yang kurang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang topik yang mereka kritik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang karya-karya terjemahan oleh para ulama Nusantara di masa lalu, yang dapat menjadi referensi intelektual yang berharga. Karya-karya ini tidak hanya dianggap sebagai terjemahan sederhana, tetapi juga mengandung wawasan berharga tentang perkembangan lokal yang tidak boleh diabaikan. Kedua, penelitian tentang dinamika kehadiran Islam di Indonesia dapat diperluas dengan fokus pada temuan-temuan tentang tujuh tahap dan esensinya yang signifikan dalam menerangi dinamika kehadiran Islam di Indonesia. Masih banyak temuan dan ekspresi para ulama Nusantara tentang Martabat Tujuh yang belum dieksplorasi, serta perbandingan ekspresi mereka tentang konsep ini. Melalui upaya-upaya ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan penjelasan yang lebih luas tentang diskursus Martabat Tujuh di kalangan para ulama Muslim.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.47776/islamnusantara.v4i2.689One moment please one moment please wait request verified doi 10 47776 islamnusantara v4i2 689
Read online
File size1.68 MB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test