ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

JAF: Journal of Agricultural and FarmingJAF: Journal of Agricultural and Farming

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan yang mencerminkan kemampuan suatu negara dalam menjamin ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis energi, fluktuasi harga pangan, serta dampak sosial ekonomi pasca pandemi COVID-19, pemantauan ketahanan pangan nasional menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran statistik deskriptif sebagai alat analisis utama dalam mengukur dan memantau kondisi ketahanan pangan nasional di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, dan Food and Agriculture Organization (FAO) selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketersediaan energi pangan nasional mencapai 2.480 kkal per kapita per hari, dengan peningkatan tahunan sebesar 2,5%. Namun, terdapat ketimpangan antar wilayah, di mana provinsi dengan infrastruktur terbatas menunjukkan nilai akses pangan lebih rendah dibandingkan wilayah urban. Nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nasional berada pada kategori “cukup tangguh dengan rata-rata 0,68, namun masih rentan terhadap guncangan harga pangan global. Temuan ini menegaskan bahwa statistik deskriptif efektif dalam menggambarkan pola, tren, dan disparitas ketahanan pangan nasional, serta berfungsi sebagai dasar penting dalam perumusan kebijakan dan strategi peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan.

Statistik deskriptif merupakan alat analisis yang efektif dan fleksibel dalam memantau ketahanan pangan nasional.Melalui penerapan ukuran statistik sederhana seperti rata-rata, median, simpangan baku, koefisien variasi, dan indeks komposit (IKP), peneliti dan pembuat kebijakan dapat memperoleh gambaran faktual tentang kondisi pangan nasional tanpa memerlukan model yang kompleks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan nasional Indonesia berada pada kategori “cukup tangguh (IKP = 0,68) dengan tren peningkatan yang stabil selama 2015–2024.Namun, disparitas spasial masih menjadi persoalan serius, terutama di provinsi timur Indonesia.Stabilitas harga dan akses pangan merupakan dua faktor paling krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada integrasi data statistik deskriptif dengan sumber data alternatif seperti big data harga pasar atau satelit untuk meningkatkan responsivitas pemantauan ketahanan pangan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan regional, terutama di wilayah yang rentan. Terakhir, penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas program bantuan sosial atau pangan sekolah melalui analisis deskriptif terhadap data mikro rumah tangga, sehingga kebijakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat.

  1. Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Pemantauan Ketahanan Pangan Nasional | JAF: Journal of Agricultural... asianpublisher.id/journal/index.php/jaf/article/view/1060Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Pemantauan Ketahanan Pangan Nasional JAF Journal of Agricultural asianpublisher journal index php jaf article view 1060
Read online
File size189.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test