UnsilUnsil

Banku: Jurnal Perbankan dan KeuanganBanku: Jurnal Perbankan dan Keuangan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengendalian internal atas sistem dan prosedur pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bantaeng dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian KUR telah mengikuti prosedur yang terstruktur, didukung oleh SOP dan sistem digital seperti i-Kurma, meskipun beberapa tahapan masih dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KUR di BSI KCP Bantaeng telah mengikuti prosedur yang saling berkaitan, mulai dari realisasi kredit hingga pelunasan. Pengendalian dilakukan melalui SOP berbasis teknologi dengan dukungan i-Kurma dan core banking, meskipun masih terdapat proses manual pada tahapan survei dan validasi usaha. Ditemukan beberapa risiko, seperti dokumen tidak valid, usaha fiktif, penyalahgunaan dana konsumtif, dan kredit macet. Bank mengatasinya melalui restrukturisasi, edukasi, dan pelelangan agunan. Pengendalian internal dinilai cukup efektif, namun masih perlu ditingkatkan melalui monitoring pasca pencairan, digitalisasi pengawasan, dan penguatan SDM agar KUR lebih tepat sasaran.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengendalian internal atas sistem dan prosedur pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bantaeng, dapat disimpulkan bahwa proses pemberian KUR telah dilakukan secara terstruktur dan sistematis.Pengendalian internal dijalankan melalui penerapan SOP berbasis teknologi, penggunaan aplikasi i-Kurma dan sistem core banking, serta penerapan prinsip analisis 5C dalam menilai kelayakan calon debitur.Meski demikian, masih terdapat kombinasi antara proses manual dan digital, terutama pada tahap survei dan validasi usaha.Penelitian ini juga menemukan beberapa risiko utama, seperti penggunaan dokumen tidak valid, usaha fiktif, penyalahgunaan dana konsumtif, serta kredit macet.Pengendalian terhadap risiko tersebut dilakukan melalui restrukturisasi kredit, dan pelelangan agunan oleh Unit Remedial and Recovery.Secara umum, pengendalian internal masih memerlukan penguatan di aspek monitoring pasca pencairan, digitalisasi pengawasan, dan peningkatan kapasitas SDM untuk memastikan program KUR lebih tepat sasaran.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem digital untuk mempercepat validasi usaha nasabah melalui integrasi data dengan instansi pemerintah lokal. Selain itu, perlu diteliti dampak pelatihan SDM terhadap efektivitas pengendalian risiko kredit macet. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi mitigasi risiko kredit bermasalah dengan melibatkan pihak eksternal seperti lembaga pembiayaan atau mitra usaha lokal.

  1. Vol 4 No 1 (2021): Article Research : Volume 4 Nomor 1, Periode Januari 2021 | Jesya (Jurnal Ekonomi... doi.org/10.36778/jesya.v4i1Vol 4 No 1 2021 Article Research Volume 4 Nomor 1 Periode Januari 2021 Jesya Jurnal Ekonomi doi 10 36778 jesya v4i1
  2. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas pada Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara... jurnal.ywnr.org/index.php/ramp/article/view/244Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas pada Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara jurnal ywnr index php ramp article view 244
Read online
File size359.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test