TADAYUNTADAYUN

Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi SyariahTadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan lahan di sepanjang aliran sungai Umbul Sitinggil oleh pemilik warung makan sebagai area wisata kuliner. Dalam praktiknya, pemilik warung menata meja dan kursi di bawah aliran sungai untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Namun, kegiatan ini menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti ketiadaan izin resmi, terganggunya aktivitas masyarakat sekitar, peningkatan pembuangan sampah sembarangan oleh pengunjung, menurunnya populasi ikan dan udang, serta kerusakan pada susunan bebatuan sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik pemanfaatan lahan sungai sebagai tempat wisata kuliner dan mengkaji kesesuaiannya dari perspektif maṣlaḥah mursalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik observasi dan dokumentasi di kawasan wisata kuliner terkait. Wawancara dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk warga setempat, pemilik warung, pemerintah desa, ketua RT, dan petugas parkir, guna mendapatkan informasi yang komprehensif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa izin operasional warung makan di lokasi tersebut sebagian besar bersifat informal dan hanya diberikan secara lisan oleh warga, ketua RT, pemerintah desa, dan pihak kecamatan. Salah satu warung makan telah memperoleh legalitas melalui Perizinan Berusaha Berbasis Risiko menggunakan sistem OSS, dengan Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang disahkan oleh Menteri Investasi. Dari perspektif maṣlaḥah mursalah, praktik wisata kuliner ini dapat dikategorikan sebagai maṣlaḥah hājiyyāt karena memberikan manfaat signifikan, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan mempermudah pemenuhan kebutuhan ekonomi warga.

Berdasarkan temuan di lapangan, pemanfaatan Sungai Umbul Sitinggil sebagai area wisata kuliner telah memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat, khususnya dengan menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan mempromosikan potensi wisata desa.Namun, praktik ini masih menghadapi beberapa masalah, termasuk kurangnya izin resmi, potensi gangguan terhadap ekosistem sungai, dan munculnya konflik atas penggunaan ruang publik.Dari perspektif maṣlaḥah mursalah, aktivitas ini dapat dikategorikan sebagai manfaat hājiyyāt—yaitu manfaat yang meskipun bukan kebutuhan utama, namun secara praktis dan kontekstual memudahkan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.Meski demikian, keuntungan tersebut harus seimbang dengan pengelolaan yang bertanggung jawab dan formulasi regulasi yang adil dan partisipatif untuk memastikan integritas lingkungan dan kepentingan sosial jangka panjang tidak terabaikan.Konsep maṣlaḥah tidak hanya berfungsi sebagai justifikasi untuk praktik yang berkembang, tetapi juga sebagai kerangka kritis untuk mengarahkan keputusan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai lokasi wisata kuliner di Indonesia, dengan fokus pada aspek-aspek seperti keberlanjutan lingkungan, dampak ekonomi, dan partisipasi masyarakat. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pengelolaan wisata kuliner yang berkelanjutan, termasuk pengembangan model bisnis yang ramah lingkungan dan inklusif. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki peran pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan regulasi yang adil dan partisipatif untuk memastikan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan integritas lingkungan dalam industri wisata kuliner.

  1. Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Penanganan Pandemi Covid-19 Di Provinsi Bali | Nawasena: Jurnal... doi.org/10.56910/nawasena.v2i1.406Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Penanganan Pandemi Covid 19 Di Provinsi Bali Nawasena Jurnal doi 10 56910 nawasena v2i1 406
  2. Pengembangan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata | Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan.... doi.org/10.34013/jk.v1i2.13Pengembangan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata Jurnal Kepariwisataan Destinasi Hospitalitas dan Perjalanan doi 10 34013 jk v1i2 13
  3. The Using of Maslahah Mursalah Method as Hujjah | Al-'Adl. maslahah mursalah method hujjah al adl... ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-adl/article/view/2793The Using of Maslahah Mursalah Method as Hujjah Al Adl maslahah mursalah method hujjah al adl ejournal iainkendari ac index php al adl article view 2793
Read online
File size361.95 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test