UINUIN

Sharia Agribusiness JournalSharia Agribusiness Journal

Budidaya anggur merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar dalam memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Namun, pada produksi anggur merupakan kegiatan yang memiliki beberapa risiko yang dapat mepengaruhi kualitas buah, di mana berbagai faktor mulai dari serangan hama dan penyakit hingga biaya operasional yang tinggi dapat memengaruhi keberhasilannya. Salah satu pusat produksi bibit anggur yang menghadapi tantangan ini terletak di Tangerang Selatan, yaitu Pusat Bibit dan Budidaya Anggur Tangerang Selatan. Risiko-risiko tersebut menjadi fokus utama dalam operasional pusat ini, mengancam keberlanjutan produksi bibit anggur yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko untuk menghitung nilai risiko pada budidaya tanaman anggur dan memberikan rekomendasi terkait upaya-upaya atau strategi mitigasi risiko yang terjadi selama proses budidaya tanaman anggur. Kemudian, metode House of Risk (HOR) dilakukan untuk menentukan prioritas agen risiko dan memberikan usulan strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 19 kejadian risiko dan 19 agen risiko. Terdapat 12 usulan strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan di perusahaan berdasarkan tujuh prioritas strategi utama mitigasi risiko.

Risiko yang telah diidentifikasi pada proses produksi Pusat Bibit dan Edukasi Budidaya Anggur didapatkan sebanyak 19 risk event dan 19 risk agent yang mungkin terjadi.Dari 19 risk agent tersebut terdapat 12 risk agent dominan.Strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan oleh Pusat Budidaya dan Edukasi Budidaya Anggur berdasarkan tiga agen risiko dominan sebanyak 19 aksi mitigasi.Dari 19 aksi mitigasi tersebut dengan mempertimbangkan keefektifan dari aksi mitigasi dalam penerapannya, didapatkan tujuh strategi mitigasi utama yaitu melakukan pengaturan kelembaban tanah dengan tepat sesuai kebutuhan tanaman, meningkatkan efisiensi irigasi tetes, meningkatkan pengetahuan tenaga kerja terhadap pemahaman tanaman anggur, membangun greenhouse sesuai SOP budidaya anggur, pemeliharaan kebersihan dan drainase, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan varietas anggur tahan terhadap hama dan penyakit secara lokal, integrasi teknologi AI untuk pemantauan hama secara real-time, serta pengembangan program pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang manajemen risiko budidaya. Selain itu, studi tentang dampak perubahan iklim terhadap kebutuhan air tanaman anggur bisa menjadi arah penelitian baru. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan bahan alami sebagai alternatif pestisida kimia untuk mengurangi risiko lingkungan. Akhirnya, kolaborasi antara pusat penelitian dan petani dalam pengambilan keputusan berbasis data bisa menjadi fokus studi lanjutan untuk meningkatkan ketahanan sektor budidaya anggur.

  1. Mitigasi Risiko Produksi Anggur Di Pusat Bibit Dan Edukasi Budidaya Anggur Tangerang Selatan | Sharia... journal.uinjkt.ac.id/index.php/sagri/article/view/38187Mitigasi Risiko Produksi Anggur Di Pusat Bibit Dan Edukasi Budidaya Anggur Tangerang Selatan Sharia journal uinjkt ac index php sagri article view 38187
Read online
File size649.69 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test