UNNESUNNES

Jurnal AbdimasJurnal Abdimas

Media massa telah memberitakan berbagai info mengenai kasus kekerasan pada anak-anak terkhusus pada jenjang sekolah dasar. Kekerasan yang terjadi tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik yang menimbulkan luka yang nampak namun juga terdapat kekerasan batin yang menimbulkan ketidaknyamanan secara kejiwaan bahkan sampai terganggunya proses pembelajaran anak yang menjadi objek kekerasan. Hal-hal tersebut, dewasa ini, dikenal dengan istilah bullying. Siswa sekolah dasar merupakan siswa jenjang anak-kanak yang dinilai sudah memiliki kesiapan dalam melakukan kegiatan interaksi antar pribadi (interpersonal). Dalam proses pembelajaran pun mereka melakukan kegiatan yang mendukung pengembangan kecerdasan interpersonalnya. Siswa SD memiliki berbagai sifat yang menandai perkembangan kemampuan interpersonalnya seperti sifat patuh pada ketetapan, kecenderungan memuji diri, kecenderungan membandingkan diri dan beberapa sikap personal lainnya. Kecenderungan tersebut jika dihadapkan dengan fenomena bullying dapat menimbulkan suatu pengalaman traumatik yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan. Untuk mengatasi kondisi-kondisi negatif yang mungkin dapat terjadi sebagai dampak dari bullying di kalangan peserta didik sekolah dasar, perlu adanya upaya untuk melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi hambatan dalam proses perkembangan pribadi dan pembelajaran pada jenjang pendidikannya.

Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan Mengajarkan Nilai Stop Bullying melalui Storytelling Berbasis Total Physical Response di Kalangan Peserta Didik Sekolah Dasar Kristen Satya Wacana Salatiga, didapati hal-hal positif seperti telah dilakukanyallah pembelajaran yang menarik bagi siswa siswi SD kelas 1.Sementara itu, siswa siswi SD kelas 1 belajar nilai kasih dan stop bullying dengan baik dan menunjukkan ketertarikannya pada proses pembelajaran dengan metode srotytelling berbasis TPR melalui respon respon fisik yang diberikan.Siswa dengan lantang menyimpulkan nilai moral dari kisah yang disajikan dengan tepat.Nilai kasih, persahabatan dan anti kekerasan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan berterima.Melalui kegiatan-kegiatan yang menumbuhan rasa tertarik dan ingin tahu serta memberi kesempatan siswa siswi untuk terlibat melalui respon-respon fisik dapat membuat nilai yang hendak ditamankan, pembelajaran yang telah dilakukan diterima dengan baik dan memungkinkan ha-hal itu untuk tetap diingat dalam waktu yang cenderung lebih lama.

Untuk mencegah bullying di kalangan peserta didik sekolah dasar, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat di lingkungan anak-anak SD. Konsep kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini. Dengan menambahkan sedikit kreativitas dan pertimbangan dalam melakukan kegiatan bagi anak-anak pada jenjang SD, mereka akan lebih bersemangat dan antusias. Investasi karakter melalui penanaman nilai-nilai luhur sejak dini merupakan kunci untuk membentuk masa depan manusia yang bermartabat.

Read online
File size183.73 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test