AKPERAKPER
Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana KesehatanTransisi perkembangan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang dikenal sebagai masa remaja ditandai oleh berbagai fenomena perkembangan. Pada tahap ini, remaja tidak berdaya menghadapi berbagai masalah yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku mereka, dan masalah-masalah ini tidak dapat dipisahkan dari proses perkembangan dan kemajuan yang mereka alami. Remaja sering mencoba hal-hal baru selama masa ini untuk mendapatkan penerimaan sosial, sering kali tanpa memikirkan konsekuensinya. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental One-group Pretest-posttest, dengan 62 siswa yang dipilih menggunakan metode Quota Sampling. Pretest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum intervensi pendidikan kesehatan, dan posttest dilakukan sesudahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, sebanyak 43 siswa (69,3%) yaitu memiliki pengetahuan yang lebih baik perihal perilaku seksual sebelum nikah, serta 4 siswa (6,5%) memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 57 siswa (91,9%), dan tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang. Berdasarkan uji statistik T-Test Paired, dengan hasil 0,000 (P < 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa sebelum maupun sesudah dilakukan intervensi. Dengan kesimpulan pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual pranikah.
Analisa statistik dengan menggunakan T-Test paired didapatkan nilai p value < 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi penyuluhan kesehatan terkait perilaku seksual pranikah.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi pendidikan kesehatan yang lebih intensif dan berkelanjutan bagi remaja, terutama dalam hal perilaku seksual pranikah. Selain itu, penting untuk melibatkan orang tua dan guru dalam proses pendidikan ini, agar dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan oleh remaja. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan remaja tentang perilaku seksual pranikah, seperti pengaruh media sosial dan budaya populer. Dengan demikian, upaya pencegahan dan pengurangan perilaku seksual pranikah dapat dilakukan secara lebih efektif dan komprehensif.
| File size | 272.75 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
AIATAIAT This study aims to propose a synthesis of both approaches in order to achieve a more comprehensive and responsive understanding. Employing a library-basedThis study aims to propose a synthesis of both approaches in order to achieve a more comprehensive and responsive understanding. Employing a library-based
AIATAIAT Penelitian ini membahas dinamika tafsir modern di Indonesia sejak awal abad ke-21 hingga tahun 2022, dengan fokus pada lima karya tafsir yang dianggapPenelitian ini membahas dinamika tafsir modern di Indonesia sejak awal abad ke-21 hingga tahun 2022, dengan fokus pada lima karya tafsir yang dianggap
AIATAIAT Bisri Musthofa sebagai representasi transmisi ulūm al-Qurān pesantren di Indonesia. Berpijak pada celah riset yang selama ini memusatkan perhatian padaBisri Musthofa sebagai representasi transmisi ulūm al-Qurān pesantren di Indonesia. Berpijak pada celah riset yang selama ini memusatkan perhatian pada
UNTANUNTAN C-dots A memperlihatkan fluoresensi yang baik di bawah UV 365 nm, dan penambahan ion Fe³⁺ menyebabkan pemadaman fluoresensi yang signifikan. Oleh karenaC-dots A memperlihatkan fluoresensi yang baik di bawah UV 365 nm, dan penambahan ion Fe³⁺ menyebabkan pemadaman fluoresensi yang signifikan. Oleh karena
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode penelitian menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode penelitian menggunakan
AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA Pendahuluan: Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia perilaku menstrual hygiene remaja putri masih buruk, yaitu 63% penyebabnya karena kurang pengetahuanPendahuluan: Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia perilaku menstrual hygiene remaja putri masih buruk, yaitu 63% penyebabnya karena kurang pengetahuan
UPSUPS Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhiBerdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhi
UPSUPS Populasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperolehPopulasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperoleh
Useful /
AIATAIAT Hamka menafsirkan ayat ini dalam kerangka sosial zamannya, di mana pembagian peran gender masih kuat, sehingga ia menekankan keunggulan laki-laki dalamHamka menafsirkan ayat ini dalam kerangka sosial zamannya, di mana pembagian peran gender masih kuat, sehingga ia menekankan keunggulan laki-laki dalam
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hal ini membuktikan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Kombinasi senam Prolanis dan rendamHal ini membuktikan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Kombinasi senam Prolanis dan rendam
AKPERAKPER Usia terbanyak pada usia ≥ 35 tahun sejumlah 83 responden (70,5%). Pekerjaan responden yang dominan yaitu ibu rumah tangga sebanyak 78 responden (66,3%).Usia terbanyak pada usia ≥ 35 tahun sejumlah 83 responden (70,5%). Pekerjaan responden yang dominan yaitu ibu rumah tangga sebanyak 78 responden (66,3%).
ITK AVICENNAITK AVICENNA Evaluasi KU: lemah, P: 44 x/menit, N: 130 x/menit, S: 36,5cº. Kesimpulan: Dalam penelitian ini tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktik lapangan.Evaluasi KU: lemah, P: 44 x/menit, N: 130 x/menit, S: 36,5cº. Kesimpulan: Dalam penelitian ini tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktik lapangan.