PUBLINEPUBLINE

Journal of Science and Mathematics EducationJournal of Science and Mathematics Education

Komputasi telah muncul sebagai kompetensi dasar dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran matematika, di mana pemecahan masalah, abstraksi, dan penalaran algoritmik sangat penting. Namun, bukti empiris mengenai keterampilan berpikir komputasi siswa di pendidikan menengah, terutama di konteks negara berkembang, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan karakteristik keterampilan berpikir komputasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Mataram, Indonesia. Desain penelitian kuantitatif deskriptif digunakan, melibatkan 120 siswa yang dipilih melalui sampling acak stratifikasi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen ujian berpikir komputasi yang valid, mencakup empat dimensi utama: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan penalaran algoritmik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial untuk mengidentifikasi tren dan variasi kinerja siswa. Temuan menunjukkan bahwa keterampilan berpikir komputasi siswa secara keseluruhan berada pada tingkat moderat, dengan pencapaian yang lebih tinggi dalam pengenalan pola dan kinerja yang lebih rendah dalam abstraksi dan penalaran algoritmik. Selain itu, perbedaan keterampilan berpikir komputasi diamati berdasarkan tingkat prestasi akademik siswa. Hasil ini menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan strategi pengajaran berpikir komputasi di kelas matematika untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Studi ini berkontribusi pada kumpulan literatur yang berkembang tentang berpikir komputasi dalam pendidikan matematika dan memberikan implikasi praktis untuk pengembangan kurikulum dan desain pengajaran dalam konteks pendidikan serupa.

Keterampilan berpikir komputasi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Mataram secara umum berada pada tingkat moderat, menunjukkan bahwa siswa telah mengembangkan kompetensi dasar tetapi belum mencapai penguasaan optimal dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi.Di antara empat dimensi yang dianalisis, siswa menunjukkan kinerja terkuat dalam pengenalan pola, yang menunjukkan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi regularitas dan hubungan dalam masalah matematika.Namun, kinerja yang lebih lemah teramati dalam abstraksi dan penalaran algoritmik, yang menyoroti tantangan signifikan dalam generalisasi konsep dan konstruksi prosedur pemecahan masalah sistematis.Temuan ini memperkuat bahwa meskipun siswa mampu menangani tugas rutin, mereka masih mengalami kesulitan dengan proses kognitif yang lebih kompleks yang diperlukan dalam pembelajaran matematika tingkat lanjut.Selain itu, studi ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir komputasi siswa bervariasi berdasarkan tingkat prestasi akademik mereka, dengan siswa berprestasi tinggi secara konsisten unggul di semua dimensi.Hal ini menunjukkan hubungan kuat antara berpikir komputasi dan prestasi akademik secara keseluruhan, terutama dalam domain kognitif tingkat tinggi.Ketidakseimbangan ini menunjukkan kebutuhan untuk pendekatan pengajaran yang lebih inklusif yang dapat mendukung siswa dengan prestasi akademik rendah dalam mengembangkan keterampilan berpikir komputasi esensial.Tanpa intervensi yang tepat, celah dalam kemampuan kognitif siswa mungkin terus melebar.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan keterampilan abstraksi siswa. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi dampak program pelatihan guru terhadap integrasi berpikir komputasi dalam pembelajaran matematika. Terakhir, studi dapat meneliti peran alat digital dalam meningkatkan penalaran algoritmik siswa, terutama dalam konteks pendidikan Indonesia yang sedang berkembang.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s10956-015-9581-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s10956 015 9581 5
Read online
File size385.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test