UNTANUNTAN

Indonesian Journal of Pure and Applied ChemistryIndonesian Journal of Pure and Applied Chemistry

Lumpur merah adalah limbah industri alumina yang menimbulkan masalah lingkungan. Ia memiliki kandungan silika yang tinggi, yang menawarkan potensi untuk digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi KOH (2,5, 3,0, dan 3,5 M) terhadap ukuran partikel silika yang diekstraksi dan kemampuannya untuk mengadsorpsi ion Fe2 . Silika disintesis menggunakan metode sol-gel diikuti dengan kalsinasi pada suhu 500 °C selama 2 jam. Particle Size Analyzer (PSA) mengungkapkan bahwa ukuran partikel terkecil diamati pada KOH 2,5 M, dengan ukuran 450,8 nm dan PDI 2,488. Sampel silika optimum selanjutnya dikarakterisasi menggunakan X-ray fluorescence (XRF), Gas Sorption Analyzer (GSA), Fourier Transform Infrared (FT-IR), dan X-ray diffraction (XRD). Analisis XRF menunjukkan peningkatan kandungan SiO2 dari 37,218% menjadi 60,132%. Analisis GSA menunjukkan luas permukaan 105,772 m2/g, volume pori 0,367 cc/g, dan diameter pori 6,73 nm, mengklasifikasikannya sebagai bahan mesopori. Spektra FT-IR mengonfirmasi keberadaan gugus silanol dan siloksan, sementara difraktogram XRD menunjukkan struktur silika kristalin, fase kuarsa. Uji adsorpsi terhadap ion Fe2 menunjukkan efisiensi penghilangan rata-rata 75,53% dan koefisien distribusi 0,62 L/g.

Variasi konsentrasi KOH secara signifikan memengaruhi ukuran dan distribusi partikel silika, di mana peningkatan konsentrasi KOH menghasilkan partikel yang lebih besar dan kurang seragam.Silika yang disintesis dari red mud menunjukkan peningkatan kemurnian SiO₂ yang substansial dan karakteristik mesopori dengan luas permukaan spesifik yang tinggi, serta teridentifikasi memiliki gugus silanol dan struktur kristalin kuarsa.Silika hasil sintesis ini terbukti efektif sebagai adsorben ion Fe2 , dengan rata-rata efisiensi penghilangan sebesar 75,53%.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada eksplorasi dan optimasi lebih lanjut terhadap proses ekstraksi dan purifikasi silika dari red mud. Meskipun telah berhasil meningkatkan kandungan silika, terdapat ruang untuk penelitian yang lebih mendalam mengenai bagaimana variasi kondisi ekstraksi alkali lainnya, di luar konsentrasi KOH yang telah diuji, seperti penggunaan pelarut basa lain atau kombinasi metode pra-perlakuan, dapat memengaruhi kemurnian silika yang dihasilkan serta distribusi ukuran partikelnya. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan silika dengan kemurnian yang lebih tinggi dan ukuran partikel yang lebih seragam. Selain itu, penting juga untuk memperluas cakupan uji adsorpsi. Studi ini telah menunjukkan efektivitas silika dalam menyerap ion Fe2 , namun akan sangat bermanfaat jika diteliti kemampuannya dalam mengadsorpsi berbagai jenis ion logam berat lainnya yang sering mencemari lingkungan, seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), atau kromium (Cr), baik dalam larutan artifisial maupun sampel limbah industri yang sesungguhnya. Penelitian semacam ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi aplikasi adsorben ini. Terakhir, untuk memahami secara mendalam kinerja adsorben, studi lanjutan dapat berpusat pada optimasi parameter adsorpsi dan elucidasi mekanisme interaksi. Ini termasuk penyelidikan terperinci tentang bagaimana perubahan waktu kontak, pH larutan, suhu, dan konsentrasi awal ion Fe2 (atau ion logam lainnya) memengaruhi kapasitas dan kinetika adsorpsi silika. Pemahaman mekanisme ini, mungkin dengan bantuan teknik karakterisasi lanjutan, akan sangat membantu dalam merancang sistem adsorpsi yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk penanganan limbah.

  1. KOMPOSISI UNSUR DAN KARAKTERISASI MINERAL MAGNETIK DALAM RED MUD, RESIDU BAUKSIT DI PT. INDONESIA CHEMICAL... doi.org/10.26418/indonesian.v4i3.49660KOMPOSISI UNSUR DAN KARAKTERISASI MINERAL MAGNETIK DALAM RED MUD RESIDU BAUKSIT DI PT INDONESIA CHEMICAL doi 10 26418 indonesian v4i3 49660
  2. Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Dasar Sabut Kelapa dengan Aktivator H2SO4 dan NaOH sebagai Adsorben Kation... doi.org/10.14710/gjec.2023.16300Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Dasar Sabut Kelapa dengan Aktivator H2SO4 dan NaOH sebagai Adsorben Kation doi 10 14710 gjec 2023 16300
  3. Silica Gel From Bagasse Ash for Methylene Blue Adsorption | Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry.... ejournalunb.ac.id/index.php/JSN/article/view/738Silica Gel From Bagasse Ash for Methylene Blue Adsorption Sains Natural Journal of Biology and Chemistry ejournalunb ac index php JSN article view 738
  4. PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI SILIKA GEL | Handayani | Jurnal Bahan Alam Terbarukan. pemanfaatan... doi.org/10.15294/jbat.v3i2.3698PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI SILIKA GEL Handayani Jurnal Bahan Alam Terbarukan pemanfaatan doi 10 15294 jbat v3i2 3698
  5. Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan... doi.org/10.33024/jfm.v8i1.18358Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang Cassia alata L Dengan doi 10 33024 jfm v8i1 18358
Read online
File size641.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test