UNTANUNTAN

Indonesian Journal of Pure and Applied ChemistryIndonesian Journal of Pure and Applied Chemistry

Serat sabut kelapa digunakan sebagai pengemban katalis karena densitasnya yang rendah, yang memungkinkannya mengapung dan memaksimalkan kinerja katalis. Berbagai perlakuan aktivasi, termasuk organosolv dan bleaching, diperlukan untuk menyiapkan pengemban. Kedua serat yang telah diperlakukan dikarakterisasi secara fisiko-kimia. Analisis fisik meliputi pengujian kadar air, kadar abu, densitas, morfologi, dan komposisi unsur menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX), serta analisis gugus fungsi melalui Fourier Transform-Infra Red (FT-IR). Sementara itu, analisis kimia menentukan kadar hemiselulosa, selulosa, dan lignin. Densitas serat tanpa perlakuan adalah 0,968 g/cm³, serat yang diperlakukan organosolv 0,821 g/cm³, dan serat yang diperlakukan bleaching 0,225 g/cm³. Hasil ini menunjukkan bahwa perlakuan organosolv dan bleaching berhasil mengurangi densitas serat relatif terhadap sampel tanpa perlakuan, yang dikuatkan oleh temuan fisiko-kimia lainnya. Analisis kimia sampel tanpa perlakuan, perlakuan organosolv, dan bleaching masing-masing menunjukkan kadar hemiselulosa 20,149%, 16,396%, dan 15,898%; kadar selulosa 42,871%, 47,631%, dan 50,769%; serta kadar lignin 29,639%, 29,464%, dan 7,179%. Dibandingkan dengan perlakuan organosolv, bleaching adalah metode aktivasi yang menghasilkan perubahan sifat fisiko-kimia paling signifikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan aktivasi organosolv dan bleaching berhasil memodifikasi serat sabut kelapa menjadi material ringan yang memenuhi kriteria pengemban katalis.Modifikasi ini dibuktikan dengan penurunan densitas signifikan, dari 0,968 g/cm³ pada serat tanpa perlakuan menjadi 0,225 g/cm³ setelah bleaching.Perubahan fisik tersebut didukung oleh fluktuasi komposisi lignoselulosa, dengan kadar selulosa meningkat hingga 50,769% dan lignin berkurang drastis hingga 7,179% pada serat yang di-bleaching, membuktikan metode bleaching lebih optimal dibandingkan organosolv dalam mendegradasi fraksi lignin-hemiselulosa.

Penelitian ini telah berhasil mengkarakterisasi serat sabut kelapa yang diaktivasi, menunjukkan potensi besar sebagai material ringan pendukung katalis. Namun, untuk memaksimalkan implementasinya, diperlukan studi lebih lanjut yang komprehensif. Salah satu arah penelitian yang krusial adalah optimasi parameter proses aktivasi, terutama untuk perlakuan bleaching yang terbukti paling signifikan. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: bagaimana variasi konsentrasi bahan kimia, suhu, dan durasi perlakuan bleaching dapat lebih lanjut mengurangi densitas serat dan meningkatkan kandungan selulosa dengan efisiensi biaya dan dampak lingkungan yang minimal? Selain itu, evaluasi kinerja serat teraktivasi sebagai pengemban katalis dalam aplikasi nyata menjadi sangat penting. Studi lanjutan dapat meninjau: seberapa efektif serat sabut kelapa yang telah diaktivasi, khususnya yang melalui proses bleaching, dalam mendukung dan mempertahankan stabilitas katalis (misalnya TiO2) untuk fotodegradasi polutan di lingkungan perairan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap efisiensi degradasi secara keseluruhan? Lebih jauh lagi, karena material ini ditujukan untuk aplikasi jangka panjang, investigasi terhadap durabilitas dan kemampuan daur ulang serat sabut kelapa teraktivasi sangat dibutuhkan. Ini mencakup penelitian mengenai ketahanan mekanis dan stabilitas kimia serat setelah terpapar lingkungan reaktif dan siklus penggunaan berulang, serta potensi serat untuk diregenerasi atau didaur ulang setelah masa pakainya sebagai pengemban katalis. Penelitian-penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan data empiris untuk membawa aplikasi material ringan dari serat sabut kelapa ke tahap implementasi yang lebih praktis dan berkelanjutan.

  1. KARAKTERISASI FISIKO-KIMIA SERAT SABUT KELAPA TERAKTIVASI SEBAGAI MATERIAL RINGAN | Indonesian Journal... jurnal.untan.ac.id/index.php/IJoPAC/article/view/100799KARAKTERISASI FISIKO KIMIA SERAT SABUT KELAPA TERAKTIVASI SEBAGAI MATERIAL RINGAN Indonesian Journal jurnal untan ac index php IJoPAC article view 100799
Read online
File size1.03 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test