UGMUGM

IJCIJC

Permintaan yang meningkat terhadap bahan bakar aviasi berkelanjutan mendorong pengembangan material katalis yang efisien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisikokimia katalis Co/ZSM-5, memeriksa pengaruh konfigurasi tempat tidur katalis (single- dan double-bed) terhadap kinerja katalitik, serta menilai ulang penggunaannya dalam mengubah minyak kelapa sawit yang diproses menjadi bahan bakar bio-jet. Katalis dianalisis menggunakan XRD, FTIR, Raman, SAA, NH3-TPD, XPS, dan SEM-EDX. Eksperimen dilakukan dalam reaktor semi-batch dengan dua tungku. Proses hidrotreatment dilakukan pada suhu 200 hingga 550 °C dengan laju aliran H2 sebesar 20 mL/min selama 3 jam. Produk cair dianalisis menggunakan GC-MS dan FTIR, sementara katalis bekas dianalisis menggunakan SEM-EDX mapping. Hasil menunjukkan bahwa katalis menunjukkan kristalinitas yang baik, luas permukaan moderat, struktur pori yang sesuai, keasaman kuat, dan dispersi kobalt yang stabil. Uji aktivitas katalis menunjukkan hasil bio-jet fuel sebesar 48,17% untuk katalis single-bed Co/ZSM-5 dan 51,74% untuk konfigurasi double-bed, menyoroti pengaruh signifikan dari pengaturan tempat tidur katalis terhadap hasil dan selektivitas produk. Setelah tiga siklus penggunaan ulang, kedua konfigurasi katalis single- dan double-bed Co/ZSM-5 menunjukkan hasil konsisten dengan selektivitas yang relatif stabil.

Katalis Co/ZSM-5 berhasil disintesis dan menunjukkan sifat fisikokimia yang menguntungkan, termasuk kristalinitas tinggi, luas permukaan moderat, struktur pori yang sesuai, dan keasaman kuat.Evaluasi kinerja katalitik menunjukkan bahwa pengaturan tempat tidur katalis secara signifikan memengaruhi efisiensi konversi dan hasil produk.Katalis single-bed Co/ZSM-5 menghasilkan yield bio-jet fuel sebesar 48,17%, sedangkan konfigurasi double-bed mencapai hasil yang lebih tinggi, yaitu 51,74%.Dalam uji penggunaan ulang selama tiga siklus, kedua konfigurasi mempertahankan aktivitas yang relatif stabil, dengan sistem double-bed menunjukkan retensi hasil yang lebih baik (51,74%, 47,43%, dan 45,99%) dibandingkan sistem single-bed (48,17%, 46,15%, dan 33,73%).Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan double-bed meningkatkan efisiensi reaksi dan stabilitas, menjadikannya konfigurasi yang lebih menjanjikan untuk produksi bahan bakar bio-jet berbasis hidrotreatment.Analisis distribusi Co juga mengonfirmasi bahwa logam aktif tetap terdispersi dengan baik setelah digunakan, dengan kandungan Co sebesar 3,59% di tempat tidur atas dan 3,28% di tempat tidur bawah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan katalis alternatif berbasis logam transisi lain seperti Ni atau Fe untuk mengurangi biaya produksi. Selain itu, optimasi kondisi reaksi seperti suhu dan tekanan dapat dieksplorasi untuk meningkatkan selektivitas produk bio-jet fuel. Terakhir, penelitian tentang penggunaan bahan baku alternatif seperti minyak nabati lainnya atau limbah lemak dapat dilakukan untuk memperluas aplikasi teknologi ini. Dengan pendekatan ini, efisiensi proses dan keberlanjutan produksi bahan bakar bio-jet dapat ditingkatkan secara signifikan.

  1. Effect of Catalyst Bed Arrangement on the Conversion of Processed Palm Oil into Bio-Jet Fuel Using Co/ZSM-5... doi.org/10.22146/ijc.111796Effect of Catalyst Bed Arrangement on the Conversion of Processed Palm Oil into Bio Jet Fuel Using Co ZSM 5 doi 10 22146 ijc 111796
Read online
File size1.28 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test