UPSUPS

Cakrawala: Jurnal PendidikanCakrawala: Jurnal Pendidikan

Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari sekedar proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujung pada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalam proses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan sarana berupa komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melalui media tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Dalam berkomunikasi akan menimbulkan efek, yakni berupa penambahan wawasan atau pengetahuan (kognisi), sikap (afeksi), atau perubahan perilaku (psikiomotorik). Selain komunikasi bermanfaat untuk mendidik (to educate), meyakinkan (persuade), menghibur (to entertain), dan menginformasikan (to inform). Berdasarkan tujuan dan manfaatnya dari komunikasi konseling selalu berhubungan dengan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari para siswa, oleh karena itu makalah ini membahas mengenai penerapan nilai-nilai budaya dalam komunikasi konseling.

Konseling lintas budaya memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya nasional Indonesia.Konselor perlu memiliki kompetensi budaya untuk menyesuaikan metode konseling dengan konteks lokal.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model konseling yang lebih inklusif dan berbasis budaya.

1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan konseling lintas budaya antara kelompok etnis di Indonesia untuk memahami dinamika interaksi budaya dalam konseling.

Read online
File size310.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test