ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Studi ini mengeksplorasi bagaimana urbanisme taktis dapat berfungsi sebagai strategi berbiaya rendah dan adaptif untuk merevitalisasi lingkungan tepian sungai di kota-kota tropis, menggunakan Benua Anyar di Banjarmasin sebagai studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana intervensi skala kecil, modular, dan reversibel dapat meningkatkan aksesibilitas, mendukung ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas lingkungan di komunitas yang bergantung pada sungai. Pendekatan berbasis desain dan partisipatif digunakan, dengan mengintegrasikan pemetaan spasial dan partisipasi masyarakat untuk mengidentifikasi tantangan dan potensi utama di area studi. Analisis menunjukkan tiga zona utama, unit budidaya perahu, koridor perumahan tepi sungai, dan klaster wisata kuliner serta masalah kritis seperti jalur pejalan kaki tidak aman, area jualan berantakan, akumulasi sampah, sirkulasi terpecah, dan ruang publik terbatas. Di sisi lain, peluang signifikan ditemukan dalam budidaya produktif, wisata kuliner, dan koneksi sosial-kultural kuat terhadap sungai. Sebagai respons, tiga prototipe desain taktis dikembangkan: dek budidaya perahu, jalan setapak wisata-perumahan terangkat, dan modul tepian sungai kuliner terstruktur. Intervensi ini menunjukkan bagaimana strategi bertahap, berbiaya rendah, dan berbasis komunitas dapat meningkatkan mobilitas, mengatur aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Novelitas studi ini terletak pada integrasi urbanisme taktis dengan revitalisasi tepian sungai berbasis komunitas dalam konteks tropis. Studi ini menyimpulkan bahwa urbanisme taktis memberikan kerangka kerja yang fleksibel dan responsif konteks untuk pengembangan tepian sungai yang berkelanjutan.

Studi ini mengevaluasi bagaimana urbanisme taktis dapat memberikan solusi adaptif dan berbasis masyarakat untuk merevitalisasi lingkungan tepian sungai di konteks tropis, menggunakan Benua Anyar sebagai studi kasus.Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama seperti sirkulasi tidak aman, degradasi lingkungan, dan aktivitas ekonomi tidak terstruktur bukan hanya disebabkan oleh keterbatasan fisik, tetapi juga oleh ketiadaan pendekatan perencanaan yang fleksibel dan responsif konteks.Melalui integrasi analisis spasial, penilaian lingkungan dan sosial-ekonomi, serta partisipasi masyarakat, studi ini menunjukkan bahwa area tepian sungai berfungsi sebagai sistem sosial-ekologis dinamis.Temuan ini menjadi dasar pengembangan tiga prototipe taktis yang menangani keamanan, aksesibilitas, dan ketahanan ekonomi sambil tetap fleksibel terhadap kondisi lingkungan.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi bagaimana urbanisme taktis dapat dioperasionalisasi melalui kerangka kerja yang terstruktur, berbasis matriks, dan berorientasi desain yang menghubungkan keterbatasan spesifik situs dengan intervensi spasial yang terarah dalam konteks sungai tropis.Dari perspektif kebijakan, studi ini menyarankan bahwa strategi revitalisasi tepian sungai sebaiknya menggabungkan pendekatan bertahap dan berbasis komunitas bersama mekanisme perencanaan formal.Dengan tidak bergantung sepenuhnya pada pembangunan skala besar, pemerintah daerah dapat mengadopsi intervensi taktis sebagai proyek percobaan untuk menguji, menyempurnakan, dan memperluas solusi yang responsif konteks.Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa urbanisme taktis menawarkan kerangka kerja yang layak dan responsif konteks untuk revitalisasi tepian sungai.Dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal, strategi desain adaptif, dan proses partisipatif, adalah mungkin untuk meningkatkan aksesibilitas, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kondisi lingkungan secara praktis dan berkelanjutan.Pendekatan yang disajikan dalam studi ini dapat menjadi referensi bagi komunitas tepian sungai serupa di Indonesia dan wilayah tropis lainnya.Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi skalabilitas intervensi ini dan integrasinya ke dalam sistem perencanaan kota formal.

Saran pertama adalah mengkaji dampak jangka panjang urbanisme taktis terhadap dinamika komunitas di wilayah tepian sungai. Saran kedua adalah mengeksplorasi integrasi pengetahuan tradisional dengan pendekatan urbanisme taktis dalam perencanaan tepian sungai. Saran ketiga adalah menginvestigasi efektivitas desain modular di lingkungan sungai tropis yang berbeda. Ketiga saran ini dirancang untuk mengembangkan solusi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan lokal, sambil memperluas aplikasi studi ini ke konteks yang lebih luas.

  1. jurnal Koridor. study placemaking urban jurnal koridor authors dhiyan krishna wardhani catholic university... talenta.usu.ac.id/koridor/article/view/18959jurnal Koridor study placemaking urban jurnal koridor authors dhiyan krishna wardhani catholic university talenta usu ac koridor article view 18959
Read online
File size613.2 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test