UGMUGM

IJCIJC

Lotus (Nelumbo nucifera Gaertn.) plumules merupakan bahan obat tradisional yang kaya akan alkaloid bisbenzylisoquinoline. Studi ini mengoptimalkan ekstraksi isoliensinine dari plumule lotus Vietnam menggunakan ekstraksi reflux panas berbasis etanol (HRE) yang dikombinasikan dengan metode permukaan respons (RSM). Dengan desain Box–Behnken, efek konsentrasi etanol, suhu ekstraksi, waktu ekstraksi, dan rasio cairan-padat dievaluasi. Model kuadratik yang dikembangkan menunjukkan tingkat keandalan tinggi (R2 = 0.98; adj-R2 = 0.96), memastikan kesesuaian RSM untuk optimasi proses. Di bawah kondisi optimal (75% etanol, 58,9 °C, 90 menit, rasio cairan-padat 12,6:1, dua siklus ekstraksi), hasil isoliensinine mencapai 14,77 ± 0,15 mg/g bahan, sementara kandungan alkaloid total adalah 44,12 ± 1,25 mg/g bahan. Ekstrak optimal menunjukkan aktivitas penghambatan asetilkolinesterase yang bergantung pada konsentrasi dengan nilai IC50 sebesar 37,37 ± 0,75 μg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa HRE yang dioptimalkan efektif meningkatkan ekstraksi alkaloid bioaktif dan menghasilkan ekstrak dengan potensi aktivitas penghambatan asetilkolinesterase.

Studi ini berhasil mengoptimalkan proses ekstraksi reflux panas untuk isoliensinine dari plumule lotus (N.Efek dan interaksi parameter ekstraksi utama dievaluasi secara sistematis, dan kondisi optimal ditentukan sebagai 75% etanol, waktu ekstraksi 90 menit, suhu 58,9 °C, dan rasio cairan-padat 12,6.Di bawah kondisi ini, hasil isoliensinine yang dicapai adalah 14,77 ± 0,15 mg/g dengan reproduksibilitas yang baik, menunjukkan efektivitas dan keandalan proses ekstraksi yang dioptimalkan secara statistik.Ekstrak yang kaya alkaloid di bawah kondisi ini menunjukkan aktivitas penghambatan AChE moderat (IC50 = 37,37 ± 0,75 μg/mL).Efek biologis ini menunjukkan bahwa ekstraksi yang dioptimalkan tidak hanya meningkatkan pemulihan isoliensinine tetapi juga mempertahankan bioaktivitas fungsional alkaloid yang bersamaan.Meskipun hasil ini tidak menyiratkan aplikasi terapeutik langsung, mereka mendukung potensi ekstrak plumule lotus sebagai sumber alami yang menjanjikan dari senyawa penghambat kolinesterase dan memberikan dasar untuk studi farmakologis dan mekanistik lebih lanjut terkait gangguan neurodegeneratif.

Berdasarkan penelitian ini, tiga saran penelitian lanjutan yang relevan adalah: pertama, mengeksplorasi efek sinergis antara isoliensinine dan alkaloid lain dalam ekstrak plumule lotus terhadap aktivitas penghambatan asetilkolinesterase melalui studi mekanistik. Kedua, mengembangkan teknik ekstraksi alternatif seperti ekstraksi mikrofluida atau ekstraksi dengan cairan superkritik untuk meningkatkan efisiensi pemulihan alkaloid sambil meminimalkan kerusakan termal. Ketiga, melakukan studi in vivo pada model hewan dengan gangguan kognitif untuk mengevaluasi potensi terapeutik ekstrak plumule lotus sebagai agen neuroprotektif. Saran-saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme aksi senyawa bioaktif dan mengoptimalkan penerapan ekstrak dalam konteks pengobatan neurodegeneratif.

  1. Optimization of Isoliensinine Extraction from Lotus Plumule and Its Acetylcholinesterase Inhibitory Activity... doi.org/10.22146/ijc.110850Optimization of Isoliensinine Extraction from Lotus Plumule and Its Acetylcholinesterase Inhibitory Activity doi 10 22146 ijc 110850
Read online
File size1.04 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test