UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Just a moment...Just a moment...

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan. Penelitian ini bertujuan menentukan efek analgesik ekstrak etanol daun Inggu dan dosis efektifnya dengan metode Tail Flick dan Writhing Test. Metode Tail Flick dan Writhing Test telah luas digunakan dalam pengembangan obat anti-inflamasi non-steroid. Senyawa steroid dan flavonoid dalam daun Inggu dipercaya memiliki efek analgesik. Serbuk daun Inggu diekstrak dengan metode maceration menggunakan pelarut etanol 96%. Total 25 tikus putih jantan Wistar dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol positif mefenamat asam 9 mg/200 g BB, kontrol negatif CMC Na 1%, serta dosis ekstrak etanol daun Inggu 5 mg/200 g BB, 10 mg/200 g BB, dan 20 mg/200 g BB. Data dianalisis dengan uji ANOVA, kemudian uji LSD untuk menentukan perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dosis 5 mg/200 g BB, 10 mg/200 g BB, 20 mg/200 g BB, dan kontrol positif secara signifikan berbeda dari kontrol negatif. Dosis ekstrak 20 mg/200 g BB setara dengan kontrol positif, menunjukkan bahwa dosis ini paling efektif dalam aktivitas analgesik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pertama, ekstrak etanol daun Inggu pada dosis 5 mg/200 g BB, 10 mg/200 g BB, dan 20 mg/200 g BB memiliki aktivitas analgesik menggunakan metode Tail Flick dan Writhing Test.Kedua, dosis ekstrak 20 mg/200 g BB memiliki aktivitas analgesik optimal dan setara dengan kontrol positif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada identifikasi senyawa aktif dalam ekstrak daun Inggu yang bertanggung jawab atas efek analgesiknya. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efek jangka panjang ekstrak ini pada hewan percobaan untuk memastikan keamanannya. Terakhir, penelitian bisa mengeksplorasi metode ekstraksi alternatif seperti superkritik CO2 untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan konsentrasi senyawa aktif.

Read online
File size751.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test