UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Just a moment...Just a moment...

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora). Jenis pelarut yang digunakan meliputi etanol, etil asetat, dan n-heksana. Kandungan fenolik total diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode penangkapan radikal DPPH. Hasil menunjukkan bahwa kandungan fenolik total tertinggi diperoleh dari pelarut etil asetat (12,31 µg/mL), diikuti oleh etanol (9 µg/mL) dan n-heksana (6,34 µg/mL). Namun, aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 menunjukkan hasil berbeda, di mana ekstrak dengan pelarut n-heksana memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 = 142,9 µg/mL) dibandingkan etil asetat (IC50 = 245,47 µg/mL) dan etanol (IC50 = 271,8 µg/mL). Perbedaan ini menunjukkan bahwa jenis pelarut memengaruhi tidak hanya jumlah tetapi juga jenis senyawa fenolik dan senyawa bioaktif lainnya dalam ekstrak. Studi ini menekankan pentingnya memilih pelarut yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi senyawa fenolik dan potensi antioksidan.

Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa jenis pelarut memengaruhi kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan dalam ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora).Kandungan fenolik total tertinggi diperoleh dengan pelarut etil asetat (12,31 µg/mL), diikuti oleh etanol (9 µg/mL), dan terendah pada n-heksana (6,34 µg/mL).Pelarut dengan polaritas sedang seperti etil asetat lebih efektif dalam mengekstrak senyawa fenolik.Namun, aktivitas antioksidan tidak selalu sejalan dengan kandungan fenolik total, karena jenis senyawa fenolik dan komponen bioaktif lainnya juga berkontribusi pada aktivitas antioksidan.Studi ini menekankan pentingnya memilih pelarut yang sesuai untuk mencapai tujuan ekstraksi yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstraksi senyawa fenolik spesifik seperti flavonoid atau asam fenolik dalam daun turi. Kedua, dilakukan perbandingan metode ekstraksi alternatif, seperti penggunaan pelarut hijau atau teknik ekstraksi dengan tekanan tinggi, untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Ketiga, dikembangkan penelitian tentang stabilitas senyawa antioksidan yang diekstraksi dalam jangka panjang, termasuk pengaruh penyimpanan terhadap aktivitas antioksidan. Saran-saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme ekstraksi dan optimasi penggunaan senyawa bioaktif dari daun turi.

Read online
File size692.86 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test