UPYUPY

Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan MatematikaJurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika

Rabies merupakan penyakit yang menyerang saraf pusat (otak) yang disebabkan oleh virus rabies. Rabies menjadi penyakit menular yang paling menakutkan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilaporkan terdapat dua orang di kabupaten TTU yang meninggal akibat terkena virus Rabies karena terkena GHPR. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh vaksinasi pada Anjing terhadap tingkat penularan Rabies. Metode yang digunakan adalah terlebih dahulu membuat model matematika penularan penyakit rabies dengan penambahan variabel vaksinasi lalu dilakukan analisis serta simulasi numerik. Model yang dibentuk adalah S, I, S, V, I. Model ini dibentuk untuk melihat pengaruh vaksinasi pada hewan terhadap penularan penyakit rabies pada manusia. Model ini memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dengan hasil analisis kondisi kestabilannya bersifat stabil asimtotik local ketika R < 1 dan titik equilibrium endemik penyakit dengan kondisi kestabilannya bersifat tidak stabil ketika R > 1. Artinya bahwa penyakit rabies akan menghilang dalam suatu waktu tertentu. Simulasi numrik dilakukan untuk mendukung hasil analisis menggunakan perangkat lunak MAPLE. Hasil simulasi menunjukan bahwa dalam waktu lebih dari 120 hari penyakit rabies akan menghilang. Pemberian vaksinasi sangat berpengaruh terhadap penularan penyakit rabies, yaitu semakin besar laju pemberian vaksin maka semakin cepat untuk menghetikan penularan penyakit rabies.

Model matematika penularan penyakit rabies yang dibangun pada penelitian ini adalah model penularan yang melibatkan dua kelompok populasi, yaitu populasi manusia dan populasi hewan (Anjing) dengan menambahkan sub populasi vaksin pada populasi hewan.Model ini memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit yang stabil asimtotik lokal ketika R < 1 dan titik equilibrium endemik penyakit yang tidak stabil ketika R > 1.Simulasi menunjukkan bahwa penyakit rabies akan menghilang dalam waktu lebih dari 120 hari.Pemberian vaksinasi secara signifikan mempercepat penghentian penularan penyakit rabies.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh jangka panjang vaksinasi terhadap populasi anjing dan manusia, serta interaksi antara faktor lingkungan seperti kepadatan populasi hewan dan pola perilaku manusia terhadap penularan rabies. Selain itu, perlu dikaji strategi distribusi vaksin yang lebih efektif berdasarkan data demografi dan geografis wilayah rawan rabies. Penelitian juga dapat menggabungkan pendekatan model matematika dengan teknologi pemantauan real-time untuk meningkatkan akurasi prediksi penyebaran penyakit. Dengan mempertimbangkan variabel seperti perubahan iklim dan migrasi hewan liar, model dapat diperluas untuk memprediksi risiko penularan di masa depan. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari program vaksinasi massal terhadap masyarakat setempat.

Read online
File size460.6 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test