UMUM

Jurnal Graha PengabdianJurnal Graha Pengabdian

Pembangunan pagupon (rumah burung hantu Tyto alba) merupakan salah satu program kerja utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bicak. Desa ini memiliki luas lahan sawah sekitar 288 hektare, dengan 162,44 hektare di antaranya ditanami padi, dan dikelola oleh tiga kelompok tani dengan total 202 anggota. Tim KKN membangun tiga unit pagupon sebagai bentuk intervensi utama untuk pengendalian hama tikus secara ekologis. Penilaian program dilakukan dengan pendekatan mixed methods, yang mengutamakan data kuantitatif (perbandingan hasil panen sebelum dan sesudah pembangunan pagupon) serta dilengkapi dengan data kualitatif (melalui wawancara dan observasi lapangan). Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil panen dari sekitar 3 ton/ha menjadi 4 ton/ha (peningkatan ±33%), serta penurunan luas area yang terdampak serangan tikus. Dari sisi sosial, program ini berhasil meningkatkan partisipasi gotong royong dan kesadaran petani terhadap pentingnya pengendalian hama berbasis hayati. Temuan tersebut mendukung rekomendasi untuk mempertahankan dan mereplikasi pembangunan pagupon sebagai strategi pengendalian hama yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah pertanian pedesaan.

Program pembangunan pagupon di Desa Bicak berhasil meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengendalian hama tikus secara ekologis.Peningkatan hasil panen dan partisipasi masyarakat menunjukkan efektivitas metode ini.Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dan skala ekspansi ke daerah lain.

1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang penggunaan pagupon terhadap ekosistem pertanian. 2. Studi perbandingan efektivitas berbagai jenis burung hantu dalam mengendalikan hama tikus di wilayah berbeda. 3. Analisis ekonomi terhadap biaya dan manfaat pembangunan pagupon untuk menentukan keberlanjutan program di tingkat nasional.

Read online
File size694.41 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test