IBIKIBIK

Jurnal Ilmiah Manajemen KesatuanJurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan

Pantai Pangandaran, destinasi utama Jawa Barat, menawarkan pantai yang indah dan budaya yang kaya, tetapi bergantung pada wisatawan domestik dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang masih minimal. Kesenjangan ini menunjukkan potensi yang kuat untuk meningkatkan daya tarik global dan mendukung tujuan devisa pariwisata Indonesia pasca-pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi daya tarik Pantai Pangandaran bagi wisatawan mancanegara dan menilai pengaruhnya. Pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara sengaja, observasi lapangan, dan tinjauan dokumen. Analisis menggunakan kerangka enam komponen pariwisata (atraksi, aksesibilitas, fasilitas, aktivitas, paket yang tersedia, dan layanan tambahan), serta evaluasi faktor internal, evaluasi faktor eksternal, dan matriks SWOT. Temuan mengungkapkan kondisi internal yang cukup baik (skor 2.569) yang didorong oleh keindahan alam, geografis yang unik, kekayaan budaya, dan penduduk yang ramah, meskipun masih ada kelemahan dalam pengelolaan lingkungan, aksesibilitas, kualitas fasilitas, dan konsistensi layanan. Lingkungan eksternal adalah moderat menantang (skor 2.465), dengan peluang dari tren pariwisata alam-budaya dan persaingan rendah di antara pantai Jawa yang belum sepenuhnya dimanfaatkan melawan ancaman seperti degradasi dan praktik yang tidak konsisten. Tata kelola yang lebih kuat, perawatan lingkungan, akses dan layanan yang lebih baik, serta kolaborasi pemangku kepentingan adalah kunci untuk membuka daya saing internasional yang berkelanjutan, mendorong pendapatan devisa yang lebih tinggi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan pariwisata regional yang seimbang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pantai Pangandaran memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara, terutama karena daya tarik alamnya yang unggul, seperti pantai yang indah, fitur geografis unik yang memungkinkan pengunjung menikmati matahari terbit dan terbenam di area yang sama, dan budaya lokal yang otentik.Analisis IFE menunjukkan bahwa kondisi internal berada dalam kategori yang cukup baik dengan skor 2.569, di mana kekuatan internal masih dapat menutupi kelemahan yang ada, meskipun pemanfaatannya belum optimal.465 menunjukkan bahwa lingkungan eksternal berada dalam situasi yang cukup menantang, dengan peluang signifikan seperti tren pariwisata alam dan budaya, serta persaingan pantai yang rendah di Pulau Jawa yang belum dimaksimalkan untuk menangkal ancaman seperti pengelolaan lingkungan yang kurang optimal dan praktik layanan yang tidak konsisten.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi pariwisata yang berkelanjutan dan terintegrasi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan daya saing Pantai Pangandaran di pasar internasional dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal. Selain itu, studi lanjutan dapat mengusulkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan, aksesibilitas, dan pengelolaan lingkungan, serta mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini juga dapat mengusulkan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata, serta strategi untuk meningkatkan promosi dan pemasaran destinasi wisata Pantai Pangandaran di pasar internasional.

  1. Analysis of Internal and External Factors of Pangandaran Beach’s Attractiveness for Foreign Tourists... jurnal.ibik.ac.id/index.php/jimkes/article/view/4988Analysis of Internal and External Factors of Pangandaran BeachAos Attractiveness for Foreign Tourists jurnal ibik ac index php jimkes article view 4988
Read online
File size264.78 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test