LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan Berdaya

Anak usia pra-sekolah merupakan masa kritis dalam pembentukan sumber daya yang berkualitas. Pada masa ini anak memerlukan aktivitas seperti bermain sambil belajar karena anak dapat memperoleh pembelajaran yang mengandung aspek perkembangan kognitif (kemampuan anak untuk memahami sesuatu), afektif (kemampuan anak dalam berekspresi), dan psikomotor (perkembangan anak dalam mengontrol gerakan-gerakan tubuh yang terkordinasi antara saraf pusat dan otot). Dalam kegiatan bermain, anak tidak terlepas dari kegiatan yang memerlukan keterampilan motorik halus. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan transfer IPTEK pemanfaatan playdough untuk meningkatkan kemampuan anak usia pra-sekolah dalam menggambar bentuk bangun dasar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi dan pendampingan. Dari hasil analisis data didapatkan adanya peningkatan kemampuan anak usia pra-sekolah dalam menggambar bentuk bangun dasar yang semula sebagian besar memiliki kemampuan kurang dalam menggambar bentuk bangun dasar turun sebanyak 8 anak, yang memiliki kemampuan cukup dalam menggambar bentuk bangun dasar yang semula hanya 2 anak naik menjadi 8 anak, serta yang semula tidak ada yang memiliki kemampuan baik dalam menggambar bentuk bangun dasar naik menjadi 2 anak. Playdough merupakan alat permainan edukatif yang dapat dimanfaatkan untuk menstimulasi beragam aspek pertumbuhan pada anak usia sekolah dimana salah satunya adalah motorik halus. Dengan tercapaian tahapan perkembangan motorik halus sesuai dengan tahapan usia, maka anak usia pra-sekolah akan mampu mandiri dan lebih siap untuk masuk dalam dunia pendidikan.

Kemampuan anak usia 4-6 tahun untuk menggambar bentuk bangun dasar sebelum dilakukan kegiatan PKM sebagian besar memiliki kemampuan kurang dalam menggambar bentuk bangun dasar.Setelah dilakukan kegiatan PKM, separuh peserta kegiatan memiliki kemampuan cukup dalam menggambar bentuk bangun dasar.Terdapat peningkatan kemampuan anak usia pra-sekolah dalam menggambar bentuk bangun dasar setelah mendapatkan intervensi motorik halus menggunakan playdough.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan playdough terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode playdough dengan alat permainan edukatif lainnya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Studi juga dapat mengembangkan adaptasi budaya dalam pemanfaatan playdough yang sesuai dengan lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan pendampingan oleh tenaga ahli dalam proses pembelajaran motorik halus anak. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi hubungan antara stimulasi motorik halus dini dengan kemampuan akademik anak di masa depan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan orang tua dalam proses stimulasi motorik halus anak.

  1. Pengaruh Penggunaan Pasir Berwarna terhadap Perkembangan Kognitif Anak | Murhum : Jurnal Pendidikan Anak... murhum.ppjpaud.org/index.php/murhum/article/view/453Pengaruh Penggunaan Pasir Berwarna terhadap Perkembangan Kognitif Anak Murhum Jurnal Pendidikan Anak murhum ppjpaud index php murhum article view 453
  2. Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3-6 Tahun Dengan Permainan Playbox | Journal of Comprehensive... doi.org/10.59188/jcs.v2i1.199Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3 6 Tahun Dengan Permainan Playbox Journal of Comprehensive doi 10 59188 jcs v2i1 199
Read online
File size273.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test