LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan Berdaya

Prioritas pertama dari program pembuangan kotoran di negara yang sedang berkembang harus menyatu pada perbaikan dan kesehatan masyarakat yaitu pelaksanaan pengurangan penularan penyakit yang ada hubungannya dengan kotoran manusia ataupun hewan. Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi biogas dalam upaya menurunkan prevalensi diare di Desa Jelbudan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Balai Desa Jelbudan Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep pada Bulan Oktober 2024. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya peserta kegiatan yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare yang semula sebanyak 37 peserta menurun menjadi 6 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare dalam kategori baik yang semula 2 peserta naik menjadi 36 peserta.

Lebih separuh peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare sebelum diberikan penyuluhan (pretest) yaitu sebanyak 37 peserta (74%).Semua peserta kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare setelah diberikan penyuluhan (posttest) yaitu sebanyak 36 peserta (72%).Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya peserta kegiatan yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare (pretest) yang semula sebanyak 37 peserta menurun menjadi 6 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi biogas, perkembangbiakan vektor dan diare (posttest) dalam kategori baik yang semula 2 peserta naik menjadi 36 peserta.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang dampak biogas terhadap penurunan angka kematian akibat diare di Desa Jelbudan. Selain itu, perlu diteliti pengaruh pendidikan kesehatan berbasis komunitas terhadap perubahan perilaku sanitasi lingkungan, khususnya dalam mengurangi risiko infeksi melalui vektor. Penelitian juga bisa mengeksplorasi potensi ekonomi dari penggunaan biogas dan limbahnya sebagai sumber energi alternatif, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketiga saran ini saling terkait dan membuka peluang untuk memperluas manfaat biogas secara holistik, baik dari aspek kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi.

Read online
File size183.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test