PANCABHAKTIPANCABHAKTI

Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)

Menyusui eksklusif merupakan intervensi kesehatan yang paling cost-effective dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, namun cakupannya di Indonesia masih di bawah target nasional 80%, terutama di wilayah perdesaan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang keberhasilan menyusui dan keterampilan teknik posisi dan pelekatan pada ibu hamil serta kader kesehatan di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran melalui penyuluhan kesehatan dan pelatihan laktasi berbasis demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Desember 2024, dihadiri 21 peserta yang terdiri dari kader (n=7), ibu hamil, bidan desa, dan perwakilan puskesmas. Metode yang digunakan adalah kerangka ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Evaluasi peningkatan pengetahuan (kognitif): menggunakan kuesioner lisan terstruktur berisi 10 pertanyaan. Evaluasi kognitif menunjukkan tingkat pemahaman tertinggi pada topik manfaat ASI bagi bayi (95,2%) dan terendah pada manajemen ASI perah (61,9%). Evaluasi keterampilan (psikomotor) — redemonstrasi: menggunakan lembar observasi/checklist. Evaluasi psikomotorik menunjukkan 100% peserta berhasil memperagakan posisi tubuh ibu yang benar, dan 62,5% berhasil melakukan pelekatan areola bawah dengan benar. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) tingkat desa sebagai mekanisme keberlanjutan program.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan kader tentang optimalisasi keberhasilan menyusui di Desa Bagelan telah berhasil dilaksanakan dengan tingkat partisipasi dan keterlibatan peserta yang sangat baik.Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif yang signifikan pada hampir seluruh topik, dengan tingkat keberhasilan tertinggi pada pemahaman tentang manfaat ASI eksklusif (95,2%) dan terendah pada manajemen ASI perah (61,9%).Evaluasi psikomotorik melalui redemonstrasi menunjukkan bahwa aspek posisi menyusui lebih mudah dikuasai peserta dibandingkan aspek teknis pelekatan yang memerlukan latihan berulang.Dua implikasi utama yang perlu ditindaklanjuti adalah (1) penyelenggaraan sesi khusus manajemen ASI perah bagi ibu bekerja sebagai topik yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.dan (2) pembentukan Kelompok Pendukung ASI tingkat desa yang dikoordinir oleh kader terlatih sebagai mekanisme keberlanjutan program.

1) Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi mobile berbasis AI untuk memberikan panduan praktis manajemen ASI perah dan mengatasi masalah teknis pelekatan secara real-time, terutama untuk ibu bekerja. 2) Mengintegrasikan pelatihan laktasi ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di daerah pedesaan untuk membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menyusui eksklusif. 3) Mengeksplorasi faktor budaya dan sosial lokal yang memengaruhi keberhasilan menyusui, termasuk upaya mengubah stigma terhadap pemberian ASI di tempat umum. Kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan komunitas lokal diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Read online
File size340.2 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test