SINERGISSINERGIS

ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi dimana struktur ataupun fungsi pada ginjal secara perlahan menurun selama beberapa bulan hingga tahun, hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal yang permanen. Kasus gagal ginjal kronis di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, kasus morbiditas gagal ginjal kronis selalu menduduki 10 besar penyakit dan kasus mortalitas selalu meningkat pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat diabetes mellitus, riwayat Hipertensi, riwayat obesitas, dan riwayat kebiasaan merokok terhadap kejadian GGK. Pengumpulan data menggunakan observasi rekam medis. Populasi penelitian terdiri dari 254 populasi kasus dan 1108 populasi kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 94 sampel kasus dan 94 sampel kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel umur (p value= 0,036), riwayat keluarga (p value= 0,001), riwayat diabetes mellitus (p value= 0,020), riwayat hipertensi (p value= 0,003), riwayat obesitas (p value= 0,005), dan riwayat kebiasan merokok (p value= 0,016) berhubungan dengan kejadian GGK. Sedangkan variabel jenis kelamin (p value= 0,883) tidak terdapat hubungan terhadap kejadian GGK. Kesimpulan pada penelitian ini adalah umur ≥ 50 tahun, riwayat keluarga, riwayat diabetes mellitus, riwayat hipertensi, riwayat obesitas, dan riwayat kebiasaan merokok berisiko mengalami GGK. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pada populasi berisiko, seperti masyarakat yang berumur ≥ 50 tahun dan memiliki riwayat keluarga dengan GGK disarankan untuk mengontrol gula darah, tekanan darah, berat badan, dan menghindari kebiasaan merokok.

Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa umur memiliki hubungan bermakna dengan kejadian GGK dengan nilai p-value=0,036 dan OR=2,097.Faktor riwayat keluarga berhubungan secara signifikan dengan kejadian GGK (p-value=0,001.OR=2,146), faktor riwayat DM berhubungan secara signifikan dengan kejadian GGK (p-value=0,020.OR=2,189), faktor riwayat Hipertensi berhubungan secara signifikan dengan kejadian GGK (p-value=0,003.OR=2,547), faktor riwayat obesitas berhubungan secara signifikan dengan kejadian GGK (p-value=0,005.OR=2,921), demikian pula dengan riwayat kebiasaan merokok (p-value=0,016.Sebaliknya faktor jenis kelamin tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian GGK (p-value=0,883.Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pada populasi berisiko, seperti masyarakat yang berumur ≥ 50 tahun dan memiliki riwayat keluarga dengan GGK disarankan untuk mengontrol gula darah, tekanan darah, berat badan, dan menghindari kebiasaan merokok.Upaya ini diharapkan dapat dijadikan upaya preventif sehingga dapat menekan angka kasus gagal ginjal kronis yang mengalami lonjakan setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis, seperti faktor lingkungan dan sosial, faktor biomedis, faktor perilaku, dan faktor predisposisi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada populasi tertentu, seperti populasi dengan riwayat keluarga gagal ginjal kronis atau populasi dengan riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes mellitus atau hipertensi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang lebih komprehensif, seperti studi kohort atau studi kasus-kontrol, untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit gagal ginjal kronis.

Read online
File size522.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test