POLTEKBAPOLTEKBA

JSHPJSHP

Penelitian ini menganalisis bagaimana kegiatan eksplorasi seismik migas di wilayah Natuna dimanfaatkan sebagai instrumen kebijakan luar negeri Indonesia dalam konteks diplomasi ekonomi dan energi. Aktivitas eksplorasi migas di kawasan strategis Laut Natuna Utara memiliki arti penting tidak hanya bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga bagi penegasan kedaulatan Indonesia di tengah dinamika geopolitik Laut Cina Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen (document-based qualitative case study) dengan fokus pada proyek eksplorasi seismik 3D di Wilayah Kerja East Natuna oleh Pertamina East Natuna (PEN) pada periode 2024–2025. Data diperoleh melalui analisis dokumen kebijakan pemerintah, laporan resmi lembaga energi (SKK Migas dan Kementerian ESDM), pernyataan diplomatik, publikasi akademik, serta sumber media internasional yang kredibel. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi tematik dan process tracing untuk menelusuri keterkaitan antara eksplorasi energi, diplomasi ekonomi, dan praktik kebijakan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi seismik di Natuna berfungsi ganda sebagai simbol kehadiran negara (state presence) dan instrumen diplomasi ekonomi lintas level bilateral, regional, dan global. Aktivitas ini memperkuat posisi Indonesia dalam forum energi internasional, meningkatkan daya tarik investasi asing, serta mencerminkan strategi soft balancing terhadap klaim Tiongkok di Laut Cina Selatan. Dengan demikian, eksplorasi energi di Natuna bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian integral dari diplomasi energi Indonesia yang menggabungkan dimensi ekonomi, politik luar negeri, dan kedaulatan maritim.

Eksplorasi seismik migas di Natuna berfungsi sebagai instrumen kebijakan luar negeri yang menggabungkan diplomasi ekonomi, kehadiran negara, dan strategi geopolitik.Aktivitas ini memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika Laut Cina Selatan melalui pendekatan soft balancing.Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi kebijakan energi dan diplomasi untuk menjaga kedaulatan maritim dan stabilitas regional.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan teknologi eksplorasi laut dalam domestik untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan asing. 2. Studi tentang penguatan kerangka kebijakan energi nasional yang terintegrasi antarlembaga untuk meningkatkan koordinasi dalam diplomasi energi. 3. Analisis lebih lanjut mengenai peran diplomasi energi dalam transisi menuju energi hijau dan dekarbonisasi global, terutama di kawasan Laut Cina Selatan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.36859/jdg.v7i02.1093One moment please one moment please wait request verified doi 10 36859 jdg v7i02 1093
  2. Building Regional Readiness Indonesia’s Leadership in Enhancing AHA Centre’s Disaster Response... doi.org/10.58578/IJHESS.v3i3.6951Building Regional Readiness IndonesiaAos Leadership in Enhancing AHA CentreAos Disaster Response doi 10 58578 IJHESS v3i3 6951
  3. JSHP. eksplorasi seismik migas instrumen kebijakan negeri studi diplomasi ekonomi wilayah natuna jshp... jurnal.poltekba.ac.id/index.php/jsh/article/view/2824JSHP eksplorasi seismik migas instrumen kebijakan negeri studi diplomasi ekonomi wilayah natuna jshp jurnal poltekba ac index php jsh article view 2824
Read online
File size368.12 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test