PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI

Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer)Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer)

Tata kelola keuangan desa di Indonesia mengalami transformasi signifikan pascaberlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan penerapan wajib Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) yang dikembangkan bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penelitian ini mengkaji pemanfaatan SISKEUDES sebagai sistem informasi manajemen keuangan desa di Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan kunci, observasi partisipatif terhadap proses pelaporan keuangan, serta analisis dokumentasi yang mencakup periode anggaran 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SISKEUDES secara signifikan meningkatkan akurasi laporan keuangan dari rata-rata 44–57% menjadi 70–93%, mempersingkat waktu penyusunan laporan dari 5–8 hari kerja menjadi 1–2 hari kerja, dan meningkatkan kepatuhan regulasi terhadap Permendagri No. 20/2018. Kendala utama meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, koneksi internet yang tidak stabil, dan minimnya dukungan teknis dari tingkat kabupaten. Secara keseluruhan, implementasi SISKEUDES berhasil memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan desa secara substansial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan SISKEUDES di Desa Sungai Junjangan telah memberikan dampak transformatif terhadap kualitas pengelolaan keuangan desa.Implementasi SISKEUDES berhasil meningkatkan akurasi laporan keuangan dari rata-rata 44–57% menjadi 70–93%, memangkas waktu penyusunan laporan hingga lebih dari 70%, dan mendorong kepatuhan penuh terhadap Permendagri No.Tingkat penerimaan perangkat desa sangat tinggi, dengan 85% menyatakan sistem ini membantu atau sangat membantu pekerjaan mereka.Kendati demikian, kendala infrastruktur internet di kawasan rawa pasang surut, keterbatasan kapasitas SDM, dan kurangnya dukungan teknis berkelanjutan dari tingkat kabupaten masih menjadi tantangan sistemis.(1) program pendampingan teknis berkelanjutan minimal empat kali per tahun.(2) percepatan pembangunan infrastruktur internet melalui program Desa Digital Kementerian Kominfo.(3) rotasi dan pengembangan kapasitas multi-operator untuk mengurangi risiko bottle-neck SDM.serta (4) penguatan sistem helpdesk teknis online di tingkat kabupaten.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek: pertama, mengembangkan versi mobile SISKEUDES untuk mengatasi kendala koneksi internet di daerah terpencil seperti kawasan rawa dan gambut. Kedua, mengeksplorasi integrasi teknologi AI untuk memprediksi kebutuhan anggaran desa secara real-time, sehingga mengurangi risiko kesalahan manual. Ketiga, mengadakan pelatihan berbasis komunitas yang melibatkan warga desa dalam penggunaan SISKEUDES, sehingga meningkatkan literasi digital secara menyeluruh. Saran ini bertujuan memperkuat implementasi SISKEUDES di wilayah dengan kondisi geografis kompleks, sekaligus memastikan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan keuangan desa.

Read online
File size435.78 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test