PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI

Jurnal Pustaka Manajemen (Pusat Akses Kajian Manajemen)Jurnal Pustaka Manajemen (Pusat Akses Kajian Manajemen)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi keuangan dan pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di Kabupaten Pohuwato serta mengetahui perubahan pemahaman setelah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pendampingan melalui participatory action research. Responden penelitian sejumlah 50 pelaku usaha mikro yang dipilih secara purposive dan berasal dari sektor perdagangan, kuliner, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan dan usaha berbasis potensi lokal. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan kuesioner pre test dan post test. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi dan pelatihan literasi keuangan, praktik pencatatan keuangan, pendampingan dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan laba rugi sederhana, pengendalian biaya dan perencanaan penggunaan modal dan arus kas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah pelatihan dan pendampingan dengan nilai pre test berada pada rentang 70-79 dan post test rentang 80-89. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan disertai praktik akan membantu pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar dapat meningkatkan pemahaman yang diterapkan secara konsisten dalam praktik pengelolaan keuangan usaha.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro di Kabupaten Pohuwato masih memerlukan penguatan dalam literasi dan pengelolaan keuangan, terutama dalam pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi, pengendalian biaya, perhitungan laba-rugi sederhana serta perencanaan penggunaan modal dan arus kas.Kegiatan yang melibatkan 50 pelaku usaha mikro dan sektor perdagangan, kuliner, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan dan usaha berbasis potensi lokal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah pelatihan dan pendampingan.Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan yang disertai praktik pengelolaan keuangan memperkuat kemampuan pelaku usaha mikro.Dalam keberlanjutan program, pendampingan secara berkala diperlukan agar peningkatan pemahaman dapat berkembang pada pencatatan keuangan yang memiliki jangka waktu lebih panjang yang berkaitan dengan perkembangan kinerja dan keberlanjutan usaha mikro.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pelatihan dan pendampingan berkelanjutan terhadap kinerja usaha mikro di daerah lain. Selain itu, penelitian perlu mengembangkan metode pelatihan yang sesuai dengan karakteristik sektor usaha yang berbeda, seperti pengolahan hasil pertanian atau perikanan. Studi juga dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha mikro, terutama dalam pengelolaan arus kas dan pencatatan transaksi secara real-time.

  1. Pengaruh Literasi Keungan Terhadap Kinerja UMKM Bordir Tasikmalaya | Jesya. pengaruh literasi keungan... doi.org/10.36778/jesya.v5i1.565Pengaruh Literasi Keungan Terhadap Kinerja UMKM Bordir Tasikmalaya Jesya pengaruh literasi keungan doi 10 36778 jesya v5i1 565
Read online
File size473.47 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test