UIADUIAD

Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan TafsirJurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir

Al-Quran merupakan pedoman hidup universal yang pemahamannya memerlukan instrumen ilmu-ilmu Al-Quran (Ulumul Quran). Di era digital, terjadi transformasi signifikan dalam cara umat Muslim mengakses dan mempelajari ilmu-ilmu tersebut melalui berbagai platform digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perkembangan Ulumul Quran dalam konteks digitalisasi, mengidentifikasi platform digital yang digunakan, serta memetakan tantangan dan peluang dalam menjaga sakralitas teks di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Digitalisasi telah merevolusi medium transmisi ilmu dari format analog ke digital, sehingga menciptakan demokratisasi akses terhadap kitab-kitab tafsir mutabar. Namun, fenomena ini juga menghadirkan tantangan serius berupa risiko degradasi otoritas keagamaan (fenomena ustadz Google), isu validitas konten akibat kesalahan teknis (typo), serta komodifikasi agama demi kepentingan viralitas. Diperlukan sinergi antara literasi digital umat dan penguatan regulasi pentashihan digital untuk memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berjalan selaras dengan pelestarian tradisi sanad keilmuan Islam.

Perkembangan Ulumul Quran di era digitalisasi telah membawa transformasi signifikan yang tidak mengubah substansi wahyu, melainkan merevolusi medium transmisi, metode pembelajaran, dan pola interaksi umat terhadap Al-Quran.Perkembangan ini menunjukkan bahwa respon ulama tidak bersifat menolak teknologi, melainkan melakukan navigasi melalui penguatan literasi digital, regulasi tashih, dan adaptasi metode pembelajaran guna menjaga sakralitas teks di tengah arus modernisasi.Kehadiran berbagai platform digital, mulai dari aplikasi mushaf seperti Muslim Pro dan Quran Kemenag hingga website tafsir, telah mendemokratisasi akses terhadap ilmu-ilmu Al-Quran, menjadikannya lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa batasan geografis.Di sisi lain, media sosial memainkan peran ganda sebagai sarana diseminasi nilai-nilai Al-Quran yang efektif sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait validitas konten, sanad keilmuan, dan komodifikasi agama.Meskipun demikian, era digital menawarkan peluang besar bagi preservasi turats dan inovasi pembelajaran, yang menuntut adanya sinergi antara regulasi, tanggung jawab pengembang, dan literasi digital umat untuk menjaga sakralitas Al-Quran di tengah arus modernisasi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh literasi digital terhadap akurasi konten tafsir Al-Quran di platform digital, dengan mengembangkan metode verifikasi otomatis berbasis AI untuk meningkatkan validitas. Selain itu, studi tentang peran media sosial dalam membentuk persepsi publik terhadap Al-Quran perlu dikembangkan, terutama dalam mengidentifikasi bagaimana konten viral dapat memengaruhi pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai keagamaan. Terakhir, penelitian tentang strategi mitigasi komodifikasi agama di era digital, seperti dampak algoritma pada penyebaran informasi keagamaan, dapat menjadi arah baru untuk menjaga integritas tradisi sanad keilmuan Islam.

  1. Idealisasi Metode Living Qur’an | Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer. idealisasi metode living... doi.org/10.47313/jkik.v5i2.1510Idealisasi Metode Living QurAoan Himmah Jurnal Kajian Islam Kontemporer idealisasi metode living doi 10 47313 jkik v5i2 1510
  2. Pengembangan Media Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Berbasis Canva dan Quizziz | JAMPARING: Jurnal... rayyanjurnal.com/index.php/jamparing/article/view/3067Pengembangan Media Pembelajaran Al QurAoan Hadis Berbasis Canva dan Quizziz JAMPARING Jurnal rayyanjurnal index php jamparing article view 3067
Read online
File size1004.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test