UIADUIAD

Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan TafsirJurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir

Bahasa menjadi pusat pembicaraan filosofis H.G Gadamer, bahasa merupakan modus operandi dari cara kita berada di dunia dan merupakan wujud yang seakan-akan merangkul seluruh konstitusi tentang dunia ini. Dengan pernyataan itu, gadamer telah menyederhanakan status manusia di dunia ini sebagai bagian yang seakan tidak terbedakan dari dunia itu sendiri. Kita tidak mungkin berbuat apa-apa di dunia ini tanpa menggunakan bahasa. Memang bagaimana mungkin kita bergaul satu sama lain bila tidak memakai bahasa. Karena bahasalah maka setiap orang menemukan dirinya sendiri didalam dunia yang berubah terus-menerus ini. Menurut Gadamer, bahasa tidak boleh kita pahami sebagai yang mengalami perubahan. Bahasa harus kita pahami sebagai sesuatu yang memiliki ketertujuan didalam dirinya. Yang dimaksudkan Gadamer adalah bahwa kata-kata atau ungkapan secara aksidental tidak pernah memiliki kebakuan. Setiap kata tidak pernah tidak bermakna. Meskipun kita juga tahu bahwa arti kata-kata itu bersifat konvensional (arti diambil berdasarkan kesepakatan bersama), atau perumusannya tidak mempunyai dasar logika, namun pada kenyataannya kata-kata itu tidak pernah dibentuk secara aksidental saja atau asal-asalan. Hermeneutika adalah cara baru untuk bergaul dengan bahasa. Bila kata mengerti selalu dikaitkan dengan bahasa, maka bahasa juga membatasi dirinya sendiri. Kita menyadari hal ini, namun semua buah pikiran kita harus diungkapkan dengan bahasa yang ada sesuai aturan tatabahasa yang berlaku.

Menurut Gadamer, bahasa bukan dipandang sebagai sesuatu yang mengalami perubahan, melainkan sesuatu yang memiliki ketertujuan di dalam dirinya.Maksudnya, kata-kata atau ungkapan tidak pernah tidak bermakna.Kata atau ungkapan selalu mempunyai tujuan (telos).Hermeneutika merupakan ilmu untuk memahami atau mengerti makna tersebut.Persoalannya, apa yang dimaksud dengan mengerti atau memahami itu.Menurut Gadamer, memahami itu artinya memahami melalui bahasa.Inilah awalnya Gadamer memandang peran penting bahasa dalam proses memahami.Kita dapat menghargai pentingnya hermeneutik dan penerapannya yang cukup luas pada ilmu-ilmu kemanusiaan.Tafsir, sejarah, hukum, agama, filsafat, seni, kesusastraan, maupun linguistik, atau semua yang termasuk dalam ilmu-ilmu pengetahuan manusia dan ilmu-ilmu pengetahuan tentang kehidupan.Jika pengalaman manusia yang diungkapkan dalam bentuk bahasa tampak asing bagi pembaca berikutnya maka perlulah untuk ditafsirkan secara benar.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan hermeneutika dalam konteks budaya modern untuk memahami pergeseran makna teks suci dalam masyarakat saat ini. 2. Mengkaji perbedaan interpretasi tradisional dan modern terhadap teks filosofis seperti karya Gadamer, dengan fokus pada dampak perubahan sosial terhadap pemahaman. 3. Menganalisis peran bahasa dalam membangun identitas budaya melalui studi kasus lintas budaya, khususnya dalam konteks dialog antar peradaban yang kompleks.

Read online
File size1.02 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test