JURNALUGNJURNALUGN

Jurnal Agri NauliJurnal Agri Nauli

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan serta kelayakan usahatani cabai di Desa Parau Sorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan teknik pengambilan sampel secara sensus terhadap seluruh petani cabai yang berjumlah 30 orang. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui analisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan usahatani menggunakan R/C Ratio, B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai di Desa Parau Sorat memberikan pendapatan yang menguntungkan bagi petani. Berdasarkan analisis kelayakan, nilai R/C Ratio dan B/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usahatani cabai layak untuk diusahakan. Analisis BEP menunjukkan bahwa tingkat produksi dan penerimaan petani telah berada di atas titik impas, sementara nilai ROI menunjukkan bahwa modal yang ditanamkan mampu memberikan keuntungan yang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai di Desa Parau Sorat Kecamatan Sipirok secara ekonomi layak dan berpotensi untuk terus dikembangkan guna meningkatkan pendapatan petani.

Usahatani cabai di Desa Parau Sorat Kecamatan Sipirok memberikan keuntungan yang cukup besar dengan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp 45.Analisis kelayakan menunjukkan bahwa usahatani ini efisien dan layak dikembangkan karena nilai R/C Ratio sebesar 2,33 dan B/C Ratio sebesar 1,33.Titik impas (BEP) tercapai pada penerimaan sebesar Rp 28.692, yang menunjukkan bahwa usahatani ini sudah mampu menghasilkan keuntungan.ROI sebesar 133,6% menunjukkan tingkat pengembalian modal yang sangat tinggi, sehingga usahatani cabai di Desa Parau Sorat sangat layak dan menguntungkan untuk diusahakan serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi pertanian berbasis digital dalam meningkatkan efisiensi produksi cabai. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak perubahan iklim terhadap hasil panen cabai di daerah tropis seperti Desa Parau Sorat. Arah penelitian ketiga bisa fokus pada analisis rantai pasok cabai dari petani hingga konsumen akhir, termasuk strategi pemasaran yang lebih inklusif untuk memperkuat daya saing produk lokal.

Read online
File size324.83 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test