ITATSITATS

Environmental Engineering Journal ITATSEnvironmental Engineering Journal ITATS

PDAM Sampang menggunakan sumber air baku dari sumur dalam dengan kapasitas produksi 266,50 L/dt. Air diproses di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan didistribusikan kepada pelanggan. Evaluasi jaringan distribusi di Kabupaten Sampang menunjukkan adanya tekanan negatif dan headloss yang sangat tinggi pada pipa. Wilayah pelayanan mencakup 7 kecamatan dengan cakupan pelayanan air bersih 7,43% dan pertumbuhan rata-rata 13,57%. Sebagian besar penduduk masih menggunakan sumur untuk kebutuhan air bersih. Penelitian ini menggunakan Epanet 2.0 untuk mengevaluasi sistem distribusi dan mengidentifikasi masalah teknis seperti tekanan dan debit air.

Unit distribusi air minum PDAM Sampang harus memenuhi standar kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.Terdapat 23 sumber air di Kabupaten Sampang, dengan Kecamatan Sampang memiliki jumlah sumber terbanyak.Hasil analisis Epanet menunjukkan sistem distribusi SPAM Sampang tidak berjalan optimal karena adanya tekanan negatif dan headloss pipa yang tinggi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak perubahan material pipa terhadap efisiensi distribusi air menggunakan simulasi Epanet. Selanjutnya, studi tentang alternatif sumber air baku untuk meningkatkan kapasitas pasokan air di Kabupaten Sampang. Terakhir, analisis dampak pertumbuhan populasi terhadap perencanaan ulang jaringan distribusi air minum dengan mempertimbangkan kebutuhan masa depan. Ketiga arah penelitian ini dapat membantu mengoptimalkan sistem distribusi air minum dan mengatasi masalah teknis yang teridentifikasi dalam penelitian ini.

Read online
File size261.01 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test