YP3AYP3A

SATESI: Jurnal Sains Teknologi dan Sistem InformasiSATESI: Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informasi

Skripsi ini mengevaluasi penerimaan sistem E-konseling di Universitas Jambi dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 3 (UTAUT 3). Penelitian ini melatarbelakangi masalah tingkat kesehatan mental pada mahasiswa yang didukung oleh data dari WHO dan Kemenkes. Universitas Jambi memberikan layanan konseling online untuk membantu mahasiswa menyelesaikan permasalahannya, namun dari pra-penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan dan penggunaan E-konseling masih sangat rendah. Penelitian ini memiliki tuujuan untuk mengimplementasikan model UTAUT 3 yang digunakan untuk mengidentifiikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan E-konseling Universitas Jambi. Penelitian ini mengambil sampel 100 responden dari seluruh mahasiswa aktif strata 1 yang ada di Universitas Jambi, sampel ini mewakili seluruh fakultas yang ada di Universitas Jambi. Teknik analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah PLS-SEM (Partial Last Structural Equation Modeling) yang menggunakan aplikasi SmartPLS 4 dalam perhitungan datanya. Hasil yang didapatkan dari perhitungan data menunjukkan bahwa ada 4 hipotesis memiliki pengaruh yang signifikan yaitu Habit terhadap Use Behavior, Personal Innovativeness terhadap Behavioral Intention, Hedonic Motivation terhadap Behavioral Intention, dan Facilitating Conditions terhadap Use Behavior serta 8 hipotesis lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan yaitu Performance Expectancy terhadap Behavioral Intention, Effort Expectancy terhadap Behavioral Intention, Social Influence terhadap Behavioral Intention, Facilitating Condition terhadap Behavioral Intention, Price Value terhadap Behavioral Intention, Habit terhadap Behavioral Intention, Personal Innovativeness terhadap Use Behavior dan Behavioral Intention terhadap Use Behavior.

Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor hedonic motivation dan personal innovativeness memiliki pengaruh signifikan terhadap niat penggunaan e-konseling, sementara kebiasaan (habit) menjadi prediktor utama perilaku penggunaan.Meskipun model UTAUT3 berhasil menjelaskan 54,6% variasi niat penggunaan, hasil menunjukkan bahwa faktor fungsional seperti performance expectancy tidak berpengaruh signifikan.Rekomendasi utama untuk penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi peran inovasi teknologi dalam meningkatkan penerimaan, membandingkan model UTAUT3 dengan pendekatan lain, serta menggali pengalaman pengguna secara mendalam untuk optimasi layanan.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran inovasi teknologi dalam meningkatkan penerimaan e-konseling melalui pendekatan kualitatif untuk memahami motivasi pengguna. 2. Perlu dilakukan studi komparatif antara model UTAUT3 dengan model lain seperti TAM atau TPB untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam konteks layanan konseling digital. 3. Penelitian dapat fokus pada pengalaman pengguna (user experience) untuk mengidentifikasi faktor-faktor non-teknis yang memengaruhi adopsi layanan e-konseling, seperti keterlibatan sosial atau kepercayaan terhadap platform.

  1. Evaluasi Faktor Penerimaan E-Konseling Mahasiswa : Studi Kasus Universitas Jambi dengan Model UTAUT3... journal.yp3a.org/index.php/satesi/article/view/5817Evaluasi Faktor Penerimaan E Konseling Mahasiswa Studi Kasus Universitas Jambi dengan Model UTAUT3 journal yp3a index php satesi article view 5817
Read online
File size744.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test