USKUSK

KITEKTROKITEKTRO

Tingkat kesuksesan kinerja sebuah sistem atau bagian dari sistem tenaga listrik sangatlah penting. Untuk menentukan keandalan dari suatu sistem, maka harus dilakukan analisis terhadap tingkat kesuksesan kinerja dari sistem tersebut pada periode tertentu. Evaluasi keandalan sistem jaringan distribusi tenaga dengan metode Section Technique dilakukan pada PT.PLN (Persero) Banda Aceh menggunakan data monitoring gangguan yang terjadi selama tahun 2016. Pada Metode Section Technique, penyebab terjadinya gangguan, kegagalan peralatan serta indeks-indeks untuk mengetahui tingkat keandalan sistem jaringan distribusi yaitu System Average Interruption Frequency Index (SAIFI), System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan Customer Average Interruption Duration Index (CAIDI) dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SAIFI untuk semua gardu hubung tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan PLN yaitu sebesar SAIFI 0.27 kali/bulan, nilai SAIFI terbesar terdapat pada gardu hubung Lamgapang 4.05 kali/bulan dan gardu hubung Merduati 0.78 kali/bulan. Untuk indeks nilai SAIDI hanya gardu hubung Merduati dan gardu hubung Lueng Bata yang sesuai dengan standar yang ditetapkan PLN yaitu 0.53 jam/bulan dan 0.79 jam/bulan, sedangkan gardu hubung lainnya dikategorikan tidak andal. Untuk indeks nilai CAIDI niali terbesar terdapat pada gardu hubung Ajun yaitu sebesar 9.59 jam/bulan/pelanggan.

Gardu hubung Krueng Cut memiliki laju kegagalan tertinggi, mencapai 20.Mayoritas gardu hubung tidak memenuhi standar SAIFI PLN, menyebabkan sistem secara umum dikategorikan tidak andal, meskipun gardu hubung Merduati dan Lueng Bata memenuhi standar SAIDI.Selain itu, gardu hubung Ajun menunjukkan nilai CAIDI tertinggi sebesar 9.59 jam/bulan/pelanggan, yang mengindikasikan durasi gangguan yang signifikan bagi pelanggan.

Penelitian ini telah mengungkap gambaran penting tentang seberapa andalnya jaringan listrik di Banda Aceh, khususnya menyoroti tantangan seperti banyaknya gangguan akibat pohon. Untuk melangkah lebih jauh, sebuah studi bisa menyelidiki secara mendalam bagaimana program pengelolaan vegetasi yang berbeda, misalnya siklus pemangkasan pohon yang lebih sering atau penggunaan teknologi pemantauan vegetasi canggih, dapat benar-benar mempengaruhi tingkat gangguan dan durasi pemadaman listrik di wilayah tersebut. Ini akan membantu PLN merancang strategi pemangkasan yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, mengingat metode Section Technique telah digunakan, penelitian berikutnya dapat membandingkan keakuratan dan efektivitas metode ini dengan pendekatan analisis keandalan yang lebih modern, seperti simulasi Monte Carlo atau penerapan kecerdasan buatan, untuk melihat apakah ada cara yang lebih baik untuk memprediksi dan mengurangi gangguan listrik. Terakhir, berdasarkan hasil yang menunjukkan gardu hubung tertentu kurang andal, penelitian lanjutan bisa berfokus pada pengembangan model optimasi untuk konfigurasi jaringan distribusi listrik. Model ini akan membantu menentukan penempatan peralatan seperti recloser atau skema rute penyulang yang paling efektif untuk meminimalkan durasi dan frekuensi pemadaman, sehingga listrik bisa lebih stabil dan tersedia bagi masyarakat. Dengan demikian, kita bisa menemukan solusi inovatif untuk membuat listrik lebih andal bagi semua.

Read online
File size1.25 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test