UNPADUNPAD

Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy Research

Intervensi yang dipimpin oleh apoteker, termasuk pendidikan pasien, pemantauan kepatuhan, dan perawatan yang disesuaikan, telah muncul sebagai strategi kritis untuk meningkatkan hasil pengobatan pada pengelolaan Hepatitis C (HCV), khususnya dalam meningkatkan Respons Virologis Berkelanjutan (SVR) dan mengurangi tantangan terkait obat. Ulasan ini mengevaluasi bukti dari uji kontrol acak (RCT), studi koort, dan analisis retrospektif untuk menilai dampak intervensi yang dipimpin apoteker pada hasil pengobatan HCV yang penting, termasuk SVR, kepatuhan pengobatan, dan manajemen reaksi obat terhadap obat (ADRs) serta interaksi obat-obatan (DDIs). Pencarian sistematis dilakukan di database PubMed untuk studi yang diterbitkan antara Januari 2000 dan Desember 2024 mengikuti panduan PRISMA. Strategi pencarian yang digunakan melibatkan kata kunci: (((Pharmacist[Judul/Abstrak]) OR (apoteker klinis[Judul/Abstrak])) OR (apoteker komunitas[Judul/Abstrak])) OR (pemeriksaan penggunaan obat[Judul/Abstrak]) AND (hepatitis c[Judul/Abstrak]). Awalnya ditemukan 192 catatan, dari mana 12 studi dimasukkan dalam ulasan ini. Intervensi HCV yang dipimpin apoteker, termasuk pemantauan, pendidikan, dan perawatan yang disesuaikan, meningkatkan hasil dan keterlibatan pasien. Mayoritas studi yang termasuk (baik RCT maupun observasional) menunjukkan tingkat SVR yang tinggi. Beberapa studi yang menunjukkan tingkat SVR yang lebih rendah atau tidak berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol disebabkan oleh demografi pasien yang lebih kompleks. Peningkatan yang tercatat juga mencakup kepatuhan pengobatan, keterlibatan pasien, dan manajemen yang efektif dari ADRs dan DDIs. Temuan menunjukkan bahwa intervensi yang dipimpin apoteker menunjukkan dampak positif dominan pada hasil klinis. Namun, bukti terbatas oleh variasi desain studi dan kekurangan RCT. Penelitian lanjutan dengan protokol standar direkomendasikan untuk memperjelas peran apoteker dalam perawatan HCV.

Ulasan ini menemukan berbagai intervensi yang dipimpin oleh apoteker untuk pasien Hepatitis C yang dapat dikategorikan menjadi tiga kategori utama, yaitu pendidikan pasien, pemantauan langsung, dan perawatan yang disesuaikan.Intervensi ini menunjukkan dampak positif dominan pada tingkat SVR, kepatuhan pengobatan, dan manajemen ADRs serta DDIs yang juga terkait dengan peningkatan keterlibatan pasien.Meskipun hasil yang menjanjikan, ulasan ini dibatasi oleh variasi desain studi, kekurangan RCT berkualitas tinggi, dan informasi demografi pasien yang tidak lengkap dalam beberapa studi.Diperlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat protokol intervensi dan mengintegrasikan populasi yang lebih beragam untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang potensi intervensi yang dipimpin apoteker dalam pengelolaan Hepatitis C.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan protokol standar untuk memperkuat bukti tentang efektivitas intervensi yang dipimpin apoteker dalam pengelolaan HCV. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak intervensi ini pada populasi dengan beban HCV tinggi di daerah berpenghasilan rendah dan menengah, yang masih kurang diteliti. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengaruh jangka panjang intervensi yang dipimpin apoteker terhadap hasil kesehatan pasien, termasuk kepatuhan jangka panjang dan pengurangan komplikasi liver. Selain itu, penelitian juga dapat mengkaji pengintegrasian teknologi digital dalam intervensi apoteker untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan kesehatan.

  1. Effectiveness of Pharmacist-Led Intervention for Hepatitis C Patients - A Systematic Review | Surya |... jurnal.unpad.ac.id/pcpr/article/view/64176Effectiveness of Pharmacist Led Intervention for Hepatitis C Patients A Systematic Review Surya jurnal unpad ac pcpr article view 64176
Read online
File size459.7 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test