SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI

Tanah PilihTanah Pilih

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi BKPSDM Dalam Merealisasikan pelatihan dasar untuk para CPNS yang telah melewati beberapa ujian sehingga nantinya bisa menjai PNS yang baik dari segi akhlaq maupun dari materinya. BKPSDM Kabupaten Tebo sudah banyak mencetuskan PNS yang baik dari setiap Instansinya dari tahun 1999 hingga 2022 saat ini dan BKPSDM telah bekerja dengan baik. Pelaksanaan Diklatsar untuk para CPNS ini pun juga telah banyak dilewati dan hampir setiap tahunnya berbeda tata cara pelaksanaanya, peneliti meneliti pelaksanaan Angkatan Tahun 2019 hingga 2022. Namun permasalahan ini BKPSDM Kabupaten Tebo belom melaksanakan Diklatsar Secara Mandiri dengan menggunakan Sistem Blendeed Learning. Pelaksanaan mandiri yang dimaksud ialah Adanya sistem baru yang berbentuk sistem klasikal dan blended learning seperti yang tertera pada PP LAN No 01 Tahun 2021 yang mana sistem ini dibuat ketika sedang terjadi wabah Virus covid pada tahun 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan pengumpulan data primer berupa wawancara dan observasi di lapangan, dan pengumpulan data sekunder berupa dokumentasi dan studi kepustakaan. Penentuan informan wawancara peneliti disini ialah mengambil langsung kepada informan yang telah ditentukan oleh peneliti langsung dan berdasarkan hasil wawancara dan analisa menggunakan Straregi SWOT, peneliti menemukan beberapa faktor kendala yang sampai saat ini terjadi yaitu tidak adanya prasarana yang memadai dan terakreditasi, dana yang tidak memadai, sumber daya aparatur masih sangat minimal dan jaringan internet di Kabupaten Tebo.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh BKPSDM Kabupaten Tebo masih menghadapi berbagai keterbatasan struktural, teknis, dan sumber daya.Hingga tahun 2022, pelaksanaan Diklatsar belum dapat dilakukan secara mandiri karena keterbatasan fasilitas pelatihan, kurangnya tenaga widyaiswara yang bersertifikat, serta dukungan anggaran yang tidak memadai.Selain itu, kendala infrastruktur digital dan kondisi geografis juga memengaruhi pelaksanaan sistem pembelajaran blended learning yang diatur oleh LAN.Meskipun demikian, BKPSDM Kabupaten Tebo menunjukkan komitmen kuat untuk terus melanjutkan pelatihan CPNS melalui kerja sama dengan BPSDM Provinsi Jambi.Berdasarkan analisis, strategi penguatan BKPSDM dibagi menjadi tiga tahap, yaitu strategi jangka pendek yang fokus pada optimisasi pelaksanaan pelatihan melalui kolaborasi dengan lembaga provinsi, strategi jangka menengah yang berfokus pada pengembangan fasilitas dan infrastruktur pelatihan, serta strategi jangka panjang yang berorientasi pada pelaksanaan pelatihan mandiri berbasis blended learning dan pengajuan akreditasi institusi ke LAN.

1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak model pembelajaran blended learning terhadap efektivitas pelatihan aparatur sipil negara di daerah-daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital. 2. Perlu dilakukan analisis mendalam mengenai peran kerja sama antarlembaga dalam pengelolaan sumber daya dan peningkatan kapasitas BKPSDM di tingkat kabupaten. 3. Penelitian tentang pengaruh alokasi anggaran daerah terhadap kualitas pelatihan CPNS dapat menjadi arah studi baru untuk memahami hubungan antara kebijakan keuangan dan pembangunan kapasitas aparatur.

Read online
File size233.05 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test