E GREENATIONE GREENATION

Greenation International Journal of Economics and AccountingGreenation International Journal of Economics and Accounting

Ulasan ini mensintesis penelitian satu dekade tentang struktur modal perusahaan di pasar berkembang dan ekspor sumber daya alam, dengan fokus pada celah kebijakan yang relevan, yaitu bagaimana regulasi valuta asing dan prosedur ekspor memengaruhi keputusan pembiayaan perusahaan. Studi ini menggunakan 779 catatan yang diperoleh dari Scopus dan disempurnakan melalui protokol PRISMA 2020 menjadi 83 artikel terindeks dan ulasan yang diterbitkan antara 2016 hingga 2026, ditambah empat studi jurnal regional. Metode yang digunakan adalah desain hibrida yang menggabungkan analisis bibliometrik dan pemetaan ilmu pengetahuan dengan model topik struktural serta kerangka sintesis Teori, Konteks, Karakteristik, dan Metodologi. Hasil menunjukkan bidang yang muda tetapi sedang berkembang pesat, dengan output tahunan meningkat tajam setelah 2020 dan mencapai puncaknya pada 2025, terkonsentrasi di Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan Indonesia, serta didominasi oleh metode panel kuantitatif dan ekonometrik. Pemetaan tematik mengungkapkan empat aliran penelitian, di mana penentu struktur modal tingkat perusahaan mendominasi, sementara aliran yang paling relevan untuk pengusaha ekspor sumber daya alam, seperti intensitas ekspor, keuangan perdagangan, dinamika retensi valuta asing, dan kepemilikan negara, tetap kurang diminati. Hasil ini mengonsolidasikan literatur yang terpecah belah dan mengidentifikasi regulasi prosedur ekspor, seperti kebijakan retensi devisa ekspor Indonesia, sebagai faktor penentu utang yang belum diteliti.

Literatur telah memetakan penentu standar struktur modal dengan kedalaman yang signifikan, tetapi masih belum mengeksplorasi saluran kebijakan dan valuta asing, yaitu perpotongan regulasi prosedur ekspor, likuiditas valuta asing, dan leverage perusahaan.Temuan yang bervariasi tentang intensitas ekspor dan kepemilikan negara, dikombinasikan dengan ketiadaan tema kebijakan retensi, mendefinisikan ruang yang harus diisi oleh agenda penelitian.Kekeliruan dalam literatur memisahkan konsensus dari perdebatan sebenarnya, menjelaskan apa yang telah diatur, apa yang masih diperdebatkan, dan mengapa.Diperlukan penelitian lanjutan yang mengeksplorasi dampak kebijakan retensi devisa ekspor, perbandingan antar negara penghasil sumber daya alam, serta pengaruh kepemilikan perusahaan terhadap respons terhadap kebijakan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kebijakan retensi devisa ekspor di Indonesia sebagai eksperimen alami terhadap dinamika likuiditas valuta asing dan leverage perusahaan. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antar negara penghasil sumber daya alam dengan regulasi retensi berbeda untuk memisahkan efek kebijakan dari faktor negara. Terakhir, penelitian juga dapat menggali pengaruh kepemilikan perusahaan (milik negara vs. swasta) terhadap respons terhadap kebijakan retensi devisa, dengan mempertimbangkan interaksi antara kepemilikan dan intensitas ekspor.

  1. Vol. 4 No. 3 (2026): Greenation International Journal of Economics and Accounting (July - August 2026)... doi.org/10.38035/gijea.v4i3Vol 4 No 3 2026 Greenation International Journal of Economics and Accounting July August 2026 doi 10 38035 gijea v4i3
Read online
File size791.28 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test